Milad ke-65 USK, FH Gelar Pekan Pengabdian Masyarakat Ke 10 Sekolah di Aceh Besar

KOTA JANTHO (Waspada.id): Dalam rangka memperingati Milad Universitas Syiah Kuala (USK) ke-65, Fakultas Hukum (FH) USK secara resmi menggelar Pekan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan edukatif berkelanjutan ini dijadwalkan berlangsung pada 21–26 September 2026 dengan menyasar 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan PkM perdana dilaksanakan oleh tim pengabdian yang dipimpin oleh Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, MH, dengan menempatkan SMAN 1 Leupung sebagai lokasi pembuka pada Senin (21/09/2026).
Mengusung tema "Peran Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan: Menumbuhkan Kepedulian Siswa melalui Pendekatan Hukum Adat dan Budaya di Kecamatan Leupung", kehadiran tim akademisi ini disambut hangat dan antusias oleh jajaran dewan guru serta ratusan siswa.

Bukti Nyata Kampus Berdampak
Dalam sambutan pembukaannya, Dekan Fakultas Hukum USK, Prof. Dr. Zahratul Idami, SH, M.Hum, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama erat yang terjalin antara pihak perguruan tinggi dan sekolah.
"Kami sangat berterima kasih kepada SMAN 1 Leupung yang telah menjadi mitra kami. Ini adalah sekolah pertama dari sepuluh sekolah sasaran PkM dalam rangka Milad USK ke-65. Ini bukti nyata bahwa kampus tidak lagi berada di 'menara gading', melainkan hadir langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat," tegas Prof. Zahratul.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FH USK juga berpesan agar para siswa senantiasa tekun belajar, menjaga kelestarian lingkungan, serta membentengi diri dari bahaya laten narkotika, judi online, dan perilaku menyimpang LGBT.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 1 Leupung, Sabariah, S.Pd, M.Pd, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian FH USK. "Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi motivasi besar bagi siswa-siswi kami untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Harapan kami, kegiatan ini dapat membangun karakter baik bagi oranggenerasi muda," tutur Sabariah.
Kearifan Lokal dan Motivasi Belajar
Ketua Tim Pengabdian sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum (DIH) FH USK, Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, MH, menegaskan pentingnya penanaman nilai-nilai kearifan lokal sejak dini.
"Kegiatan ini merupakan ajang silaturrahim, menimba ilmu, serta wadah kreativitas dalam memetakan masalah dan aksi pelestarian lingkungan melalui kearifan lokal, sekaligus menanamkan sikap tegas menolak peredaran gelap narkotika. Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Man jadda wajada—tiada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak," ujar Prof. Muttaqin sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur pendukung acara.
Melindungi Hutan & Ekosistem Leupung
Pada sesi pemaparan materi, pakar hukum adat Prof. Dr. M. Adli Abdullah, M.CL., membawakan topik bertajuk "Menjaga Agar, Melindungi Kanopi Leupung: Peran Bersama Siswa dan Masyarakat dalam Menyelamatkan Masa Depan Kita".
"Peran siswa adalah tonggak awal pelestarian alam. Menjaga lingkungan dimulai dari hal terkecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Menjaga hutan Leupung sangat penting untuk mencegah banjir dan longsor, serta menjaga ekosistem rantai makanan ikan di sungai dan laut yang merupakan potensi utama kawasan ini," jelas Prof. Adli.
Penegasan senada disampaikan oleh Dr. Muazzin yang mengingatkan, "Hutan itu harus kita jaga dan pelihara; merusak hutan sama dengan merusak nyawa."
Edukasi Anti-Narkoba & Aksi Sosial
Selain isu lingkungan, para siswa dibekali pemahaman pencegahan bahaya zat terlarang oleh AKP Yusra Aprilla, SH, MH. (mahasiswa S-3 DIH USK) melalui materi "Masa Depanmu, Pilihanmu: Hidup Sehat Itu Indah Bebas Tanpa Narkoba".
Suasana interaktif berlanjut saat siswa mengikuti sesi kerja kelompok yang difasilitasi oleh Safrina, SH, MEPM, Abdurraman, SH, M.Hum, Ishak, SH, MH serta para mahasiswa S-3 DIH. Para siswa aktif merumuskan gagasan kampanye pelestarian hutan—seperti penanaman pohon, dan anti penebangan liar. Mereka juga menyepakati komitmen bersama menjaga lingkungan sekolah bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Ada slogan yang menarik yang dihasilkan, seperti Pohon ditebang, masa depan melayang, dan "Sengeri-ngeri petinju lebih ngerinya orang menyabu".

Rangkaian acara ditutup dengan penyaluran bantuan sosial dari hasil donasi gotong royong para dosen, mahasiswa, dan donatur. Bantuan yang diserahkan meliputi perlengkapan ibadah untuk musala sekolah (karpet gulung, sajadah, kain sarung, mukena) serta paket perlengkapan sekolah berupa tas baru dan dana bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu.
Program yang turut menyelaraskan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh)—diharapkan mampu melahirkan generasi muda Leupung yang berkarakter, sadar hukum, peduli lingkungan, dan bebas dari narkoba. (id67)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda