Minyak Dunia Tembus US$100, Bahlil Cari Jalan Keluar: Rusia Jadi Pilihan

JAKARTA (Waspada.id): Harga minyak mentah dunia yang menembus US$100 per barel membuat pemerintah harus memutar otak agar gejolak pasar global tidak ikut mengerek harga energi di dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap salah satu strategi yang ditempuh pemerintah adalah mencari sumber minyak mentah dengan harga lebih kompetitif. Dari sejumlah negara yang dijajaki, Rusia akhirnya menjadi salah satu pilihan pemasok minyak mentah Indonesia.
Bahlil mengatakan, pemerintah tidak hanya mencari kepastian pasokan, tetapi juga mempertimbangkan faktor harga. Sebelumnya, pemerintah sempat menjajaki pasokan dari sejumlah negara Afrika, termasuk Angola. Namun, harga minyak dari negara-negara tersebut dinilai masih relatif mahal.
"Kita mencari formulasi, kemudian mengalihkan impor crude kita dari Timur Tengah ke beberapa negara lain, di Afrika, Angola, di mana-mana kita cari. Pilihan pasokan sudah ada, tetapi yang menjadi masalah adalah harga," ujar Bahlil dalam acara InTechSEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Harga Minyak Melonjak, Bahlil Lapor Prabowo
Lonjakan harga minyak dunia menjadi persoalan serius bagi pemerintah. Terlebih, harga minyak global sempat menembus US$100 per barel, jauh di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel.
Bahlil mengaku langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah kemudian mencari formula pengadaan yang bisa menjaga ketersediaan energi sekaligus menekan biaya.
"Saya katakan kepada Bapak Presiden, urusan energi ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita harus mampu membuat rumusan kebijakan yang menjamin kepastian harga bagi masyarakat, sekalipun kondisi global sedang luar biasa," ucapnya.
Pencarian sumber minyak tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah mendapatkan pasokan minyak mentah dari sejumlah negara, termasuk Rusia, dengan pertimbangan harga yang lebih kompetitif.
"Ujung dari kesimpulannya adalah, Bapak dan Ibu sekalian, sekarang kita mendapat crude dari beberapa negara, termasuk Rusia," kata Bahlil.
Keputusan membeli minyak dari Rusia juga menunjukkan sikap pemerintah dalam menjalankan kebijakan perdagangan energi. Bahlil menegaskan Indonesia memiliki kebebasan untuk menentukan negara mana yang menjadi mitra perdagangan berdasarkan kepentingan nasional.
Dalam proses negosiasi dengan Menteri Energi Rusia, Bahlil mengaku sempat mendapat pertanyaan mengenai hubungan Indonesia dengan negara-negara besar.
"Waktu saya melakukan negosiasi dengan Menteri Energi Rusia, ada yang mempertanyakan bagaimana dengan negara-negara adidaya dan lainnya. Saya katakan, Indonesia adalah negara merdeka. Kita menganut mazhab politik bebas aktif dan ekonomi bebas aktif," tegasnya.
Menurut Bahlil, kepentingan nasional menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mencari pasokan energi. Karena itu, Indonesia tidak boleh mendapatkan tekanan dari negara lain dalam menentukan kebijakan ekonominya.
"Tidak boleh ada satu negara pun yang mengintervensi atau mengatur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang paling penting bagi kita adalah barangnya ada dan harganya murah. Itu yang utama," sambung Bahlil.
Strategi Tahan Harga BBM Subsidi
Masuknya minyak dari Rusia menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah menghadapi tekanan harga minyak dunia. Dengan mencari sumber pasokan yang lebih murah, pemerintah berharap beban pengadaan energi dapat ditekan sehingga harga BBM bersubsidi tetap terjaga.
Pasalnya, kenaikan harga minyak dunia berpotensi memperbesar beban subsidi energi. Sementara itu, rata-rata harga ICP Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 masih berada di kisaran US$85–90 per barel.
Meski harga minyak dunia bergejolak, pemerintah tetap berkomitmen tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.
"Sampai dengan sekarang, alhamdulillah kita sudah berkomitmen untuk menahan harga BBM subsidi sampai 31 Desember 2026. Berapa pun harganya di tingkat dunia, tidak akan kita naikkan," tutup Bahlil. (Lip6)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda