Breaking News
Memuat breaking news...

Minyak Naik, Rupiah dan Emas Justru Menguat

Redaksi
Redaksi
Senin, 10 Agustus 2026 - 9.59 AM WIB
Minyak Naik, Rupiah dan Emas Justru Menguat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Harga minyak mentah dunia kembali melonjak pada awal pekan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Namun, kenaikan harga minyak tersebut belum mampu menekan pasar keuangan Asia. Rupiah dan harga emas justru bergerak menguat.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, harga minyak mentah jenis Brent kembali diperdagangkan di kisaran US$84,6 per barel. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap belum adanya perkembangan positif terkait rencana dialog antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS menyatakan kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz dengan jaminan kebebasan lalu lintas berpeluang tercapai paling cepat pada Rabu pekan lalu. Namun, perkembangan terbaru justru menunjukkan situasi yang berbeda.

"Iran justru memberikan pernyataan yang mengejutkan dimana Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan AS," kata Gunawan, Senin (10/8).

Menurutnya, ketegangan di kawasan Selat Hormuz juga semakin meningkat setelah kelompok Houthi menyerang perusahaan pengolahan minyak di Arab Saudi. Kondisi tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Meski demikian, Gunawan menilai sentimen negatif dari geopolitik Timur Tengah belum serta-merta memicu tekanan terhadap pasar keuangan Asia.

Mayoritas bursa saham Asia justru bergerak menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dibuka menguat di level 6.440.

Penguatan IHSG pada sesi awal perdagangan turut ditopang oleh apresiasi nilai tukar rupiah yang berada di level Rp17.815 per dolar AS. Rupiah menguat sejalan dengan pelemahan indeks dolar AS atau USD Index yang berada di kisaran 99,6.

"Rupiah menguat sejalan dengan melemahnya kinerja USD Index di kisaran level 99,6," ujar Gunawan.

Ia memperkirakan rupiah masih berpeluang bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan jika sentimen eksternal tidak mengalami perubahan signifikan.

Sementara itu, pergerakan IHSG akan lebih banyak dipengaruhi dinamika bursa saham Asia. Gunawan memproyeksikan IHSG masih mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan.

IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 6.400 hingga 6.480. Sedangkan rupiah berpeluang diperdagangkan pada kisaran Rp17.790 hingga Rp17.870 per dolar AS.

Emas Kembali Jadi Aset Pelindung

Di tengah kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik, harga emas dunia juga menunjukkan penguatan.

Harga emas tercatat berada di level US$4.330 per troy ounce atau setara sekitar Rp2,49 juta per gram.

Gunawan menilai emas masih mampu bertahan di atas level psikologis US$4.300 per troy ounce meski kenaikan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

Di sisi lain, memburuknya tensi geopolitik justru memberikan katalis positif bagi emas. Ketidakpastian global mendorong investor mengalihkan sebagian dana ke aset yang dianggap lebih aman atau safe haven.

Dengan demikian, pasar saat ini menghadapi dua sentimen yang berjalan beriringan. Harga minyak mendapat dorongan dari meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran pasokan, sementara rupiah, saham, dan emas masih mendapatkan dukungan dari pelemahan dolar AS serta meningkatnya minat investor terhadap aset tertentu. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement