Breaking News
Memuat breaking news...

Misteri Angka dan Takdir: Menakar Rahasia di Balik Tiga Nama Calon Rektor Unimal

Redaksi
Redaksi
Rabu, 14 Oktober 2026 - 7.32 PM WIB
Misteri Angka dan Takdir: Menakar Rahasia di Balik Tiga Nama Calon Rektor Unimal
Kini, tiga nama—Baidhawi, Asri, dan Jullimursyida—diserahkan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 14–16 Oktober 2026. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

"Di balik dinding senat yang bisu, angka-angka bergerak seperti bidak catur. Menuliskan sejarah baru bagi Universitas Malikussaleh melalui alur yang tak tertebak."

Di balik dinding-dinding kokoh Gedung Rektorat Universitas Malikussaleh (Unimal) di Reuleut, Aceh Utara, sebuah drama senyap baru saja bergulir. Hari itu, Selasa, 13 Oktober 2026, Ruang Rapat Senat Lantai III menjadi saksi bagaimana untaian takdir dan angka-angka menyimpan misterinya sendiri.

Lima nama besar maju membawa visi, tetapi sejarah malam itu hanya menyisakan ruang bagi tiga nama untuk melangkah ke gerbang kementerian.

Ada teka-teki yang tak kasatmata dalam perolehan suara. Sebuah dinamika yang tidak hanya berbicara tentang angka di atas kertas, tetapi juga tentang bisikan harapan bagi masa depan Unimal.

Tirai Pertama: Sang Pemilik Suara Terbanyak

Misteri pertama dibuka oleh Dr. Baidhawi, S.P., M.P. Langkahnya mantap, mengantongi 11 suara sejak putaran pertama bergulir. Angka sebelas seolah menjadi simbol keunggulan yang tenang, tetapi pasti. Di belakangnya, Dr. Ir. Asri, S.T., M.T. membayangi dengan sembilan suara. Dua figur ini melenggang mulus, seakan takdir telah meluruskan jalan mereka tanpa banyak riak.

Namun, ketenangan itu justru menjadi pengantar bagi badai kecil yang menanti di tikungan berikutnya.

Teka-Teki Suara Kembar dan Drama Putaran Ulang

Sastra politik kampus selalu menyukai plot twist, dan hal itu mewujud pada angka tujuh. Dr. Alfian, S.HI., M.A. dan Jullimursyida, S.E., Ak., M.M., Ph.D. sama-sama tertahan di angka keramat tersebut. Tujuh lawan tujuh.

Sebuah kebuntuan yang memaksa senat menahan napas dan menggelar pemungutan suara ulang demi mencari pemilik kursi ketiga.

Di sinilah misteri itu memuncak. Bagaimana mungkin seseorang yang sebelumnya hanya mengantongi tujuh suara tiba-tiba melesat bak anak panah lepas dari busurnya? Pada putaran kedua yang dramatis, Jullimursyida membalikkan keadaan secara mutakhir dengan meraih 22 suara, meninggalkan Dr. Alfian yang tertahan di angka 10.

Ada dua suara yang dinyatakan rusak—sebuah detail minor yang justru menambah kesan misterius, seolah-olah ada jemari yang ragu di balik bilik suara. Pembalikan angka yang masif ini menjadi teka-teki tersendiri: ke mana angin dukungan itu berembus dalam hitungan jam?

Menuju Babak Akhir di Meja Menteri

Kini, tiga nama—Baidhawi, Asri, dan Jullimursyida—telah dikunci dalam sebuah dekret yang akan diserahkan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 14–16 Oktober 2026.

Namun, misteri ini belum benar-benar selesai. Antara 19 Oktober hingga 19 November 2026, rekam jejak mereka akan dikuliti dalam sunyi oleh kementerian. Siapakah di antara ketiganya yang akan dipilih oleh sang menteri dalam sidang tertutup pada 24 November 2026 nanti? Siapakah yang akhirnya dilantik pada Desember 2026?

Gedung Rektorat di Reuleut kini kembali tenang, tetapi tiga nama itu telah bertransformasi menjadi sebuah teka-teki besar yang jawabannya masih disimpan rapat oleh waktu. (Maimun Asnawi, S.HI., M.Kom.I/WASPADA.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement