Mobil Klinik TBIG Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga

BANDA ACEH (Waspada.id): Pagi itu Kasmawati, 56, berjalan perlahan menuju sebuah mobil putih yang terparkir di samping menara telekomunikasi di kawasan Bayangkara I, Jayapura, Papua.
Di lokasi itu sudah tampak puluhan warga mengantre untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Bagi ibu rumah tangga tersebut, kesempatan itu tidak ingin disia-siakan. Selama beberapa waktu, ia kerap merasakan tangannya keram dan membengkak, tetapi belum sempat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
"Alhamdulillah saya diberi obat untuk asam urat. Besoknya tangan saya sudah tidak keram-keram lagi seperti sebelumnya," kenangnya saat menceritakan pengalamannya mengikuti layanan Mobil Klinik PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Pelayanan kesehatan yang diikutinya berlangsung pada September 2025. Meski hanya sehari, pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam. Kasmawati mengatakan akses menuju puskesmas dari tempat tinggalnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Bagi sebagian orang mungkin tidak terlalu jauh, tetapi bagi warga dengan keterbatasan transportasi, jarak tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika membutuhkan layanan kesehatan.
Karena itu, kehadiran Mobil Klinik yang datang langsung ke lingkungan tempat tinggal warga menjadi solusi yang sangat membantu. Di lokasi pelayanan, masyarakat memperoleh pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Setelah itu mereka dapat berkonsultasi dengan dokter, menerima obat sesuai hasil pemeriksaan, sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Warga juga menerima bantuan sembako.
Kasmawati bukan satu-satunya penerima manfaat. Puluhan warga dari sekitar Bayangkara I memanfaatkan layanan tersebut, terutama para lanjut usia yang selama ini jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Banyak di antara mereka baru mengetahui kondisi kesehatannya setelah menjalani pemeriksaan di Mobil Klinik.
Head of CSR Department TBIG, Arief Wibisono, mengatakan program Mobil Klinik merupakan bagian dari pilar kesehatan perusahaan yang bertujuan mendukung peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan menjadi bentuk kolaborasi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.
"Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bagaimana perusahaan menciptakan nilai bersama dengan masyarakat dan pemerintah," ujarnya dalam kegiatan Journalism Fellowship on CSR 2026 Batch III dengan topik “Akses Layanan Kesehatan untuk Mewujudkan Masyarakat yang Maju dan Sehat Bersama: Kisah Mobil Klinik”, via daring (Jumat, 26/6/2026).
Melalui enam unit mobil klinik yang beroperasi di berbagai daerah, program tersebut telah menjangkau ratusan ribu penerima manfaat di berbagai provinsi di Indonesia. Selain pemeriksaan kesehatan gratis, layanan juga disertai edukasi mengenai pola hidup sehat sebagai upaya mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya.
Bagi Kasmawati, manfaat terbesar bukan hanya obat yang diterimanya hari itu. Kehadiran layanan kesehatan yang datang langsung ke lingkungan tempat tinggal membuat dirinya merasa diperhatikan. Ia berharap program serupa dapat kembali hadir agar semakin banyak warga yang memperoleh kesempatan memeriksakan kesehatannya tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
"Semoga Mobil Klinik datang lagi ke daerah kami. Sangat membantu masyarakat," katanya penuh harap. (Hulwa)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda