Breaking News
Memuat breaking news...

MPLS Sekolah Rakyat Tapsel Dihadiri Bupati Dan Forkopimda, Putus Rantai Kemiskinan

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 1.02 PM WIB
MPLS Sekolah Rakyat Tapsel Dihadiri Bupati Dan Forkopimda, Putus Rantai Kemiskinan
Bupati Tapsel dan Forkopimda hadiri acara MPLS Sekolah Rakyat.(Waspada.id/Sukri Falah Harahap)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPSEL (Waspada.id): Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sumatera Utars di Kabupaten Tapanuli Selatan memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 pada Senin (10/8/2026).

Menurut Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, Sekolah Rakyat ini merupakan program mulia Presiden Prabowo Subianto bagi kelompok masyarakat kurang mampu.

Para siswa tamatannya ditarget bisa menjadi generasi muda yang cerdas, berahlak dan mandiri. Sehingga bisa sukses dan mampu memutus rantai kemiskinan keluarganya.

Murid dan siswanya disaring dari pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial. Yakni dari kelompok Desil 1 atau sangat miskin/miskin ekstrim dan Desil 2 atau rentan sangat miskin di 15 kecamatan se Tapsel.

Pada Tahun Ajaran 2026-2027 ini jumlahnya 270 orang yang terdiri dari 90 murid SD, 90 siswa SMP dan 90 aiswa SMA. Mereka tinggal berasrama dan sekolah di gedung besar dengan fasilitas lengkap di atas lahan 10,6 hektare, mirip sekolah unggulan.

Kemudian akan bergabung bersama 98 orang siswa Tahun Ajaran 2025-2026 yang sebelumnya tinggai berasrama dan bersekolah di Balai Latihan Kerja (BLK) Tapsel di Siharang-karang, Kota Padangsidimpuan, atau disebut Sekolah Rakyat rintisan. Semuanya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Acara MPLS ini dihadiri Bupati Tapsel, Wakil Bupati, Ketua TP PKK, Sekda, Forkopimda, perwakilan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan orangtua siswa di aula sekolah yang mampu menampumg lebih dari seribu oang. Para siswa Sekolah Rakyat angkatan pertama (rintisan) menampillkan kemampuan ekstrakurikuler yang diajarkan.

Mereka tampilkan kemampuan pasukan pengibar bendera (Paskibra), paduan suara, tari-tarian daerah, seni bela diri taekwondo, bercerita berbahasa Indonesia, Arab, Jepang Inggris, dan Batak sebagai daerah asal atau bahasa ibu.

Aara MPLS di sekolah dengan motto "Cerdas Bersama, Tumbuh Setara" itu benar-benar ceria dan menghibur di tengah suasana kumpulan sgedung bertingkat yang baru dibangun.

Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sumatera Utara di Tapsel atau persinya depan Lapangan Astaka atauu setelah kantr bupati jika dari Pasar Sipirok ini, ditegaskan bukan berarti pemerintah mengenyampingkan keberadaan sekolah umum.

Tahun ini, sebanyak 65 sekolah umum di Tapsel yang terdiri dari PAUD, SD, dan SMP tetap mendapatkan program revitalisasi melalui anggaran APBN dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dengan nilai anggaran sekitar Rp48 miliar, ditambah dukungan dari APBD.

Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, tegaskan itu pada acara MPLS tersebut. Diharapnya jangan ada anggapan pengistimewaan dan melupakan sekoah lannya.

"Jangan sampai ada anggapan bahwa dengan adanya Sekolah Rakyat, sekolah umum tidak diperhatikan. Faktanya, sekolah umum kita di Tapsel tetap direvitalisasi," kata Gus Irawan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat justru merupakan program khusus yang dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, khususnya yang masuk kategori Desil 1 dan 2, termasuk anak-anak yang sebelumnya putus sekolah.

Saat diminta menyediakan lahan seluas 6 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat ini, Pemkab Tapsel bahkan menunjukkan komitmennya dengan menyiapkan lahan seluas 10 hektare. (Id45)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement