Breaking News
Memuat breaking news...

MPU Langsa: Perkembangan HIV/AIDS Sangat Meresahkan, Pencegahan Harus Dimulai dari Keluarga dan Penegakan Syariat

Redaksi
Redaksi
Rabu, 29 Juli 2026 - 8.52 PM WIB
MPU Langsa: Perkembangan HIV/AIDS Sangat Meresahkan, Pencegahan Harus Dimulai dari Keluarga dan Penegakan Syariat
Ketua MPU Kota Langsa.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGSA (Waspada.id): Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Langsa, Abati Shalahuddin, S.Ud., M.H, menilai perkembangan kasus HIV/AIDS di Aceh saat ini sudah sangat meresahkan dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

"Kondisi ini sangat meresahkan dan harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai kita terlambat melakukan langkah-langkah pencegahan," kata Abati Shalahuddin saat diwawancarai Waspada di Langsa, Rabu (29/7).

Menurutnya, upaya penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya dengan membentuk lembaga atau komite khusus. Menanggapi langkah Kota Banda Aceh yang mewacanakan pembentukan komite penanggulangan HIV/AIDS, ia menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik, namun harus dibarengi dengan tindakan nyata.

"Itu bagus. Tetapi kalau komite tersebut hanya menjadi lembaga sementara, sedangkan pergaulan bebas tetap dibiarkan, maka upaya itu akan sia-sia," tegasnya.

Abati berpandangan, meningkatnya kasus HIV/AIDS tidak terlepas dari lemahnya kepedulian terhadap penerapan syariat Islam, terutama dalam pengawasan dan penertiban perilaku yang menyimpang.

"Kurangnya kepedulian pemerintah terhadap syariat, termasuk dalam mengawasi dan menertibkan pergaulan bebas, menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah langkah yang dinilai perlu segera dilakukan Pemerintah Kota Langsa. Di antaranya, memperketat penerapan aturan syariat di setiap penginapan serta tidak memberikan ruang terhadap berbagai bentuk pergaulan bebas, termasuk perilaku LGBT dan tindakan yang mengarah kepada perbuatan mesum.

Selain itu, menurut Abati, keluarga memiliki peran paling penting dalam mencegah penyebaran HIV/AIDS.

"Tokoh agama dan lembaga pendidikan memang memberikan nasihat serta bimbingan. Namun pengawasan yang paling utama tetap berada di tangan orang tua, wali, dan masyarakat," katanya.

MPU Kota Langsa, lanjutnya, memandang pendidikan agama sebagai benteng utama dalam membentuk akhlak generasi muda.

Karena itu, ia mendorong pemerintah agar mempertimbangkan kebijakan pembatasan jam malam bagi remaja usia wajib belajar.

"Pemerintah juga harus membatasi waktu atau memberlakukan jam malam bagi remaja usia wajib belajar agar tidak berkeliaran pada malam hari atau berada di kafe-kafe tanpa pengawasan," ungkapnya.

Kepada masyarakat, Abati mengajak seluruh warga, baik di desa maupun di perkotaan, untuk bersama-sama menyusun aturan atau qanun di tingkat lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan berbagai penyimpangan sosial yang dapat berdampak pada meningkatnya risiko penyebaran HIV/AIDS.

Ia juga mengungkapkan bahwa MPU Kota Langsa sebenarnya telah lama memiliki program yang berkaitan dengan upaya pencegahan penyimpangan sosial dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Namun hingga kini program tersebut belum dapat direalisasikan karena masih terdapat sejumlah faktor yang belum mendukung.

Menutup wawancara, Abati mengajak seluruh masyarakat kembali berpegang teguh kepada ajaran Islam sebagai benteng utama dalam menjaga keluarga.

"Kita kembali kepada firman Allah, 'Quu anfusakum wa ahlikum naaraa' (peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka). Ini menjadi pedoman agar setiap keluarga mampu menjaga anak-anaknya dari berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merusak masa depan mereka," pungkasnya.(id94)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement