MTQ ke-3 Syamtalira Bayu: Meneguhkan Cahaya Al-Qur’an di Tengah KebersamaanMTQ ke-3 Syamtalira Bayu: Meneguhkan Cahaya Al-Qur’an di Tengah Kebersamaan

Di bawah langit malam bulan Agustus 2026, halaman Masjid Mideun Syuhada, Kecamatan Syamtalira Bayu berubah menjadi panggung syiar. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-3 resmi digelar, menghadirkan para peserta putra-putri terbaik beserta official yang siap menunjukkan kemampuan mereka.
“Acara ini bukan sekadar perlombaan, tetapi sebuah perayaan kebersamaan. Kami memberikan apresiasi kepada panitia, masyarakat, dan semua pihak yang telah bekerja keras. Semoga kerja ikhlas ini menjadi amal ibadah yang dicatat Allah SWT,” sebut Camat Syamtalira Bayu, Muslim Araly, Minggu (2/8/26) pukul 21.00 WIB, saat memberikan kata sambutan pada pembukaan MTQ tersebut.
MTQ, sebut Muslim, bukanlah garis akhir, melainkan sarana evaluasi. Menurutnya, tujuan yang lebih penting dari kegiatan ini adalah menumbuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat untuk semakin dekat dengan Al-Quran—membaca, mempelajari, dan menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Selanjutnya, orang nomor satu di Kecamatan Syamtalira Bayu ini, mangajak masyarakat untuk meneguhkan diri kepada nilai-nilai suci Al-Quran. Kitab suci itu bukan hanya bacaan, melainkan landasan pembentukan mental, karakter, akhlak, dan rasa persatuan. Dari sinilah lahir harapan: kehidupan yang lebih mulia, bermarwah, maju, dan sejahtera.
Semangat Aceh Utara Bangkit
Komitmen membangun daerah terus digelorakan. Semangat Aceh Utara Bangkit menjadi seruan bersama: membangun dengan kebersamaan, kecerdasan, kebajikan, kreativitas, dan kerja berkualitas. Sinergi antarwarga diharapkan menjadikan Kecamatan Syamtalira Bayu sebagai teladan, mengantarkan masyarakat menuju kehidupan yang bermarwah dan sejahtera.
“Kami meminta para panitia untuk dapat memberikan pelayanan terbaik, sementara masyarakat kami ajak untuk menjaga ketertiban dan kebersihan arena MTQ. Semua ini demi suksesnya acara, karena persaudaraan dan persatuan adalah kunci utama meraih cita-cita,” ucap Muslim Araly.
Kepada para kafilah, lanjut Muslim, pihaknya mengucapkan selamat bermusabaqah. Kalah dan menang hanyalah bagian dari proses, namun meneguhkan nilai Al-Quran dalam kehidupan jauh lebih penting daripada sekadar status juara. Para peserta adalah insan terbaik, dengan potensi luar biasa yang akan menjadi cahaya masa depan.
Sebelum menutup sambutan, Camat Bayu kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia, Muspika Kecamatan, dan semua pihak yang telah mendukung. Dengan penuh harap, acara ini pun dibuka secara resmi: “Bismillahirrahmanirrahim... MTQ ke-3 tingkat Kecamatan Syamtalira Bayu, saya nyatakan dibuka.”
Semoga Allah SWT meridhai setiap langkah, dan cahaya Al-Qur’an terus menyinari kehidupan masyarakat Syamtalira Bayu. (Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I/WASPADA.id).































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda