MTQN XXXI: 10 Ksatria Kafilah Aceh Siap Berikan Penampilan Pamungkas di Final MTQ Nasional 2026

Jumat (18/9/2026) pagi, udaranya terasa benar-benar berbeda, penuh dengan kesejukan dan ketenangan bagi seluruh kafilah Aceh di MTQ Nasional XXXI Semarang. Angin berembus dengan kabar gembira menyampaikan pesan untuk masyarakat Aceh bahwa hari ini 10 cabang perlombaan telah dipastikan masuk final.
Itu artinya, hari ini bukan lagi tentang latihan panjang atau simulasi di ruang karantina. Final adalah babak penentuan tentang cahaya matahari Qur'ani dari Tanah Indatu Sultan Malikussaleh benar-benar akan bersinar terang di langit Kota Atlas.
Detak jantung para kesatria yang bertanding di babak terakhir di arena MTQ Nasional hari ini benar-benar menguji mental dan selaras dengan satu tekat: menuntaskan perjuangan dan mengharumkan Tanah Rencong sebagai Tanah titik nol penyebaran Islam di Nusantara.
Langkah kaki mereka menuju van jemputan tidak lagi diselimuti keraguan. Sejak melangkah keluar dari tanah rencong, keringat dan air mata dalam pemusatan latihan kini mengerucut pada satu titik pembuktian.
Dari bilik Kaligrafi Digital yang menuntut ketelitian jemari, riuhnya panggung Syarhil dan Fahmil Qur'an yang menguji kekompakan, hingga syahdunya lantunan Tilawah, Murattal, Tafsir, dan hafalan kokoh Tahfizh 30 Juz—Aceh berdiri tegak menantang podium juara.
Di sudut ruang persiapan, Ketua Kafilah Aceh yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., tidak dapat menyembunyikan binar bangga di matanya. Baginya, menembus dinding ketat semifinal dan menempatkan sepuluh wakil di partai puncak adalah sebuah anugerah yang luar biasa.
“Alhamdulillah, kita sangat bahagia dan bangga. Anak-anak sudah memberikan perjuangan terbaik sampai akhirnya bisa masuk final. Saya sebagai Ketua Kafilah, pelatih dan seluruh supporter tentu sangat mengapresiasi perjuangan mereka,” tutur Misran dengan nada suara yang bergetar penuh haru.
Namun, Misran tahu persis bahwa musuh terbesar di babak final bukanlah rival dari provinsi lain, melainkan gemuruh di dalam dada sendiri. Di detik-detik krusial ini, ia menyelipkan pesan mendalam agar para finalis tetap membumi dan menjaga benteng ketenangan mereka.
“Hari ini adalah kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Tetap tenang, fokus dan percaya diri. Kemampuan sudah dipersiapkan, tinggal tampil maksimal. Kita sudah berikhtiar dan sekarang kita berdoa semoga Allah memberikan hasil terbaik,” pesannya, membakar semangat sekaligus menyejukkan hati para peserta.
Keberhasilan Aceh mengirimkan sepuluh delegasi ke babak final bukanlah sebuah kebetulan yang jatuh dari langit. Ini adalah rajutan kerja keras, malam-malam tanpa tidur para pelatih yang mengoreksi tajwid, menyelaraskan nada, hingga mematangkan visual kaligrafi digital. Kebersamaan dan kekompakan tim di balik layar menjadi fondasi kokoh yang menopang pundak para peserta hingga ke titik terjauh ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih dan peserta yang sudah memberikan yang terbaik. Ini adalah hasil dari kerja keras dan kebersamaan kita,” ungkap Misran tulus.
Kini, ketika hilal juara mulai tampak di ufuk Semarang, Misran mengetuk hati jutaan masyarakat di kampung halaman. Jarak ribuan kilometer antara Aceh dan Jawa Tengah diharapkan luruh melalui untaian doa yang dipanjatkan dari masjid-masjid, meunasah, hingga rumah-rumah penduduk di hamparan Tanah Rencong.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Aceh. Semoga anak-anak kita diberikan kesehatan, ketenangan, kelancaran dan kemampuan terbaik saat tampil. Mudah-mudahan perjuangan mereka hari ini mendapatkan hasil yang membanggakan bagi Aceh. Doa masyarakat Aceh sangat berarti bagi kami," pungkasnya penuh harap.
Panggung final MTQ Nasional XXXI hari ini bukan sekadar akhir dari sebuah kompetisi. Bagi sepuluh wakil Aceh, ini adalah momentum suci untuk melangitkan syiar Al-Qur'an, menuntaskan janji perjuangan, dan membawa pulang mahkota kehormatan ke pangkuan Ibu Pertiwi, Serambi Mekkah.
Dan inilah daftar 10 Wakil Aceh yang Berjuang di Babak Final hari ini: Qaisal Ridha – Kaligrafi Digital. Syarhil Qur’an Putra – Althaf Rahmatillah, Hafid Akbar, dan Ahmad Al Kindy. Fahmil Qur’an Putri – Azka Dara Maulidya, Izza Mushviya, dan Kayyisa Farras.
Selanjutnya, Habibul Hamiz – Tilawah Anak Putra. Zamil Ghifari – Murattal Remaja Putra. Radhi Ukhrawi – Tilawah Remaja Putra. Mauliza Juliantika – Tafsir Bahasa Indonesia Putri.
Selanjutnya, Ahmad Sa’ad Muayyad – Tafsir Bahasa Inggris Putra. Aqmarina Asarah – Tafsir Bahasa Inggris Putri. Dan, Raisya Annazira – Tahfizh 30 Juz Putri.
"Berjuang dan bertandinglah dengan tetap fokus pada tujuan. Jangan tergesa-gesa dan selalu waspada. Setelah semua usaha sudah maksimal, maka hasilnya kita serahkan kepada sang pemilik jagat raya Allah SWT," ucap Waled Dr. Misran Fuadi dengan pesan nasehat yang menenangkan hati 10 kesatria Nanggroe Aceh Darussalam. WASPADA.id
Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda