Mubes XVI PPTSB 2026 Resmi Dibuka di Medan, Ketua Umum Edison Sinaga: Kita Satu Juta Jiwa, Kekuatan Besar Bangsa!


MEDAN (Waspada.id): - Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dan Boru (PPTSB) menggelar hajatan akbar nasional. Musyawarah Besar (Mubes) XVI PPTSB Tahun 2026 resmi digelar di Aryaduta Hotel Medan, pada 29 Oktober hingga 1 November 2026.
Mubes XVI ini tercatat sebagai salah satu Mubes terbesar dan paling bersejarah. Dari data panitia, tercatat 138 Cabang dan 20 Wilayah dari 157 Kabupaten/Kota se-Indonesia hadir langsung di Kota Medan. Jumlah ini melonjak drastis dibandingkan Mubes ke-12 tahun 2002 lalu yang hanya diikuti 48 cabang. Bahkan perwakilan dari luar negeri dan wilayah terjauh seperti Papua pun hadir.
Mubes XVI ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PPTSB Sedunia, jajaran Dewan Penasehat, Panitia Nasional, serta seluruh Ketua Wilayah PPTSB se-Indonesia. Turut hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas BPSDM Provsu, Agustinus Panjaitan.
Ketua Panitia Mubes XVI PPTSB, Prof. Jhon Piter Sinaga dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Mubes XVI ini.
"Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kasih karunia-Nya kita bisa berkumpul di tempat ini," ujar Prof. Jhon Piter membuka sambutannya.
Ia mengakui masih banyak kekurangan dalam persiapan panitia, namun hal tersebut justru menjadi pemicu untuk berbuat lebih baik demi persatuan.
"Kalau kita kilas balik, pada Mubes ke-12 tahun 2002, waktu itu saya sebagai Ketua, jumlah cabang kita hanya 48. Sekarang di Mubes XVI Tahun 2026 ini sudah mencapai 138 cabang dan 20 wilayah. Ini adalah suatu bukti bahwa rasa persaudaraan Pomparan Toga Sinaga di seluruh Indonesia sangat menjanjikan dan persatuan ini adalah tekad bulat dari kita semua," tegas Prof. Jhon Piter dengan bangga.
Ia mengajak seluruh Pomparan untuk menjaga persaudaraan agar PPTSB tetap menjadi marga terbesar yang solid dan terukur di Indonesia.
Sementara itu, mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kadis BPSDM Agustinus Panjaitan menyampaikan selamat Mubes kepada seluruh keluarga besar Toga Sinaga yang hadir dari berbagai daerah.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, saya menyampaikan selamat bermusyawarah kepada seluruh keluarga besar PPTSB. Mubes ini bukan hanya membicarakan AD/ART dan program kerja, tetapi juga menyatukan pandangan, mengevaluasi perjalanan organisasi dan menentukan arah perjuangan untuk masa mendatang," ujar Agustinus.
Ia menekankan bahwa kemajuan zaman membawa tantangan baru bagi generasi muda. Karena itu, organisasi kekeluargaan seperti PPTSB memiliki peran vital untuk memastikan nilai-nilai luhur adat tetap hidup.
"Adat dan budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan sumber nilai untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan. Nilai hormat kepada orang tua, kepedulian sesama, gotong royong harus terus diwujudkan dalam tindakan nyata," pesannya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, lanjut Agustinus, memiliki visi mewujudkan Sumut yang maju dan berkelanjutan melalui kolaborasi. Ia berharap PPTSB terus mengambil bagian dalam pembangunan.
"Jadikan organisasi sebagai ruang untuk membangun kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Sumatera Utara. Perbedaan pandangan dalam musyawarah harus disikapi dengan kedewasaan dan semangat persatuan," tutupnya.
Puncak sambutan disampaikan Ketua Umum PPTSB Sedunia, Ir. Edison Sinaga. Dalam paparannya yang penuh semangat, Edison mengungkapkan fakta mencengangkan tentang kekuatan PPTSB saat ini.
"Di kabupaten kota se-Indonesia, sesuai data kita hadir di 157 kabupaten/kota dan 20 provinsi. Jumlah kita satu juta jiwa lebih! Provinsi Bangka Belitung saja satu juta bisa jadi provinsi. Kita ini kalau mau, kekuatannya luar biasa," tegas Edison.
Edison juga menjelaskan penataan organisasi yang ia lakukan, dimana Ketua Umum bertanggung jawab langsung kepada Ketua Wilayah, dan wilayah yang bertanggung jawab kepada cabang. Hal ini untuk memperkuat tata kelola organisasi.
Yang paling membanggakan, menurut Edison, PPTSB adalah salah satu organisasi marga yang memiliki aset resmi atas nama organisasi, bukan atas nama pribadi.
"Perlu saya sampaikan, hanya PPTSB yang punya aset resmi atas nama organisasi. Kalau organisasi lain mohon maaf, asetnya masih atas nama pribadi atau dipinjamkan. Tapi kita, kita punya kantor dan aset atas nama PPTSB. Baru Desember 2024 kemarin kita balik namakan menjadi atas nama PPTSB," ungkap Edison yang disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menceritakan perjuangan berat para Ketua Wilayah di daerah terpencil, seperti di Papua dan wilayah pedalaman yang harus ditempuh 14 jam dengan jalan berlumpur dan pesawat yang tidak setiap hari ada, demi menjaga persaudaraan.
"Biaya besar kita mengadakan Mubes ini jangan sampai menjadi kotak-kotak perpecahan. Kita harus bersatu. Mari kita jaga persaudaraan ini dalam suasana teduh, damai, dan penuh kasih," pungkas Edison Sinaga.
Mubes XVI PPTSB Tahun 2026 akan berlangsung selama 4 hari dengan agenda utama Laporan Pertanggungjawaban Pengurus 2022-2026, Pemilihan Ketua Umum dan BPH periode 2026-2030, serta perumusan program kerja strategis di bidang sosial, pendidikan, adat budaya Batak, dan pemberdayaan ekonomi warga. (fs)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda