MUI P. Sidimpuan Masuk Sekolah, Tegaskan Adab dan Akhlak Penentu Masa Depan Pelajar


P. SIDIMPUAN (Waspada.id): Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padangsidimpuan mengingatkan pelajar bahwa kecerdasan dan prestasi akademik saja tidak cukup untuk menjamin masa depan yang baik. Sebab, adab dan akhlak merupakan fondasi dalam membentuk generasi muda yang berilmu, bermoral, serta mampu menjaga perilaku di tengah keluarga dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Ustaz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, M.A., bersama pengurus MUI melalui kegiatan Safari Pendidikan yang dilaksanakan Komisi Pendidikan, Pemuda, dan Kaderisasi MUI Kota Padangsidimpuan di berbagai sekolah tingkat SLTA di Kota Padangsidimpuan.
Program pembinaan tersebut menjadi upaya MUI menanamkan nilai-nilai keagamaan dan karakter kepada siswa sejak dini. Pelajar diingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar mengejar nilai rapor, ijazah, atau prestasi, melainkan juga membentuk kepribadian, menjaga adab, serta membiasakan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Ustaz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, M.A., Selasa (27/10/2026), mengatakan Safari Pendidikan yang digagas Komisi Pendidikan, Pemuda, dan Kaderisasi MUI Kota Padangsidimpuan tersebut dilaksanakan dalam dua gelombang.
Gelombang pertama dilaksanakan pada 12 Oktober 2026 dengan mengunjungi SMA Negeri 7, SMA Negeri 8, dan SMA Negeri 3 Padangsidimpuan. Selanjutnya, pada 26 Oktober 2026, tim kembali mengunjungi SMK Negeri 3, SMK Negeri 4, dan SMA Negeri 6 Padangsidimpuan.
Dalam setiap kunjungan, ungkapnya, pengurus MUI bertindak sebagai pembina upacara, kemudian dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang membahas pentingnya akhlak pelajar dalam menuntut ilmu, berinteraksi dengan orang tua dan guru, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Enam Tim Edukasi Siswa
Tim Safari Pendidikan MUI Kota Padangsidimpuan memberikan edukasi dan pencerahan kepada siswa mengenai pentingnya menjaga akhlak dan moral. Kegiatan dilaksanakan pada 12 dan 26 Oktober 2026, masing-masing dengan tiga tim, sehingga total terdapat enam tim Safari MUI.
Pada gelombang pertama, 12 Oktober 2026, Tim Safari Pendidikan mendatangi tiga sekolah. Di SMA Negeri 7 Padangsidimpuan, tim dipimpin Drs. H. Zainal Abidin Lubis sebagai ketua, dengan Dr. Hamdan Hasibuan, M.Pd., sebagai penceramah. Keduanya didampingi H. Rawadi Daulay dan Andri Mulyadi Sihite, S.Pd.I.

Dr. H Zainal Abidin Lubis dan Dr. Hamdan Hasibuan. (Waspada.id/Ist)
Di SMA Negeri 8 Padangsidimpuan, tim dipimpin Drs. H. Solahuddin Nasution, M.A., dengan Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, M.A., sebagai penceramah. Tim didampingi Dr. Eka Sustri Harida, M.Pd., dan H. Ali Asrun Lubis, M.Pd.
Sementara itu, tim yang bertugas di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan dipimpin Dr. Hj. Fauziyah Nasution, M.Ag., dengan Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, M.A., sebagai penceramah. Tim tersebut didampingi Drs. H. Samsuddin Pulungan, M.A., dan Dra. Hj. Wasliah Lubis, M.A.
Pada gelombang kedua, 26 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan di tiga sekolah lainnya.
Di SMK Negeri 3 Padangsidimpuan, tim dipimpin Dr. Hamdan Hasibuan, M.Pd., dengan Drs. H. Zainal Abidin Lubis sebagai penceramah, serta H. Rawadi Daulay dan Andri Mulyadi Sihite, S.Pd.I., sebagai pendamping.
Di SMK Negeri 4 Padangsidimpuan, tim dipimpin Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, M.A., dengan Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, M.A., sebagai penceramah. Tim didampingi Muhammad Roihan Daulay, M.A., dan H. Ali Asrun Lubis, M.Pd.
Selanjutnya, di SMA Negeri 6 Padangsidimpuan, tim dipimpin Drs. H. Samsuddin Pulungan, M.Ag., dengan Dra. Hj. Wasliah Lubis, M.A., sebagai penceramah. Tim tersebut didampingi Drs. H. Solahuddin Nasution, M.A., dan Dra. Hj. Tikholija Harahap.
Adab dan Akhlak Bekal Masa Depan
Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, M.A., saat menyampaikan ceramah di SMA Negeri 3 Padangsidimpuan, menekankan pentingnya menjaga adab dan akhlak, baik dalam proses menimba ilmu maupun dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, generasi muda perlu membangun karakter yang baik agar ilmu pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.

Sekretaris MUI Padangsidimpuan, Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, M.A., saat menjadi pembina upacara di SMK Negeri 3 Padangsidimpuan, Senin (26/10/2026). (Waspada.id/Ist)
Pesan serupa disampaikan Sekretaris MUI Padangsidimpuan, Dr. H. Zul Anwar Ajim Harahap, M.A., ketika memberikan ceramah di SMA Negeri 8 Padangsidimpuan pada 12 Oktober dan SMK Negeri 4 Padangsidimpuan pada 26 Oktober 2026.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Pelajar tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus mampu menerapkan etika, menghormati guru, menyayangi orang tua, serta menjaga perilaku dalam pergaulan.
Filosofi Botol: Isi Diri dengan Nilai Terbaik
Pesan edukatif lainnya disampaikan Dra. Hj. Wasliah Lubis, M.A., melalui amanat bertema "Bagaimana Membuat Diri Kita Bernilai dan Berharga". Ia menggunakan filosofi botol untuk menjelaskan bahwa nilai seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh penampilan luar, melainkan oleh kualitas yang ada di dalam dirinya.

Dra. Hj. Wasliah Lubis, M.A., saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri 6 Padangsidimpuan, Senin (26/10/2026). (Waspada.id/Ist)
Wasliah memberikan gambaran sebuah botol air mineral yang memiliki harga tertentu ketika berisi air putih. Namun, ketika isinya diganti dengan sirop, minyak, atau madu, nilai jualnya dapat berubah. Sebaliknya, apabila botol itu diisi air comberan, orang bahkan tidak akan tertarik menerimanya secara gratis.
"Jika kita ingin diri kita bernilai dan berharga seperti botol tadi, isilah diri kita dengan bahan yang terbaik," ucapnya sambil mengajak siswa mengisi diri dengan lima nilai utama, yakni adab, akhlak, etika, moral, dan ilmu.
Menurutnya, kelima nilai tersebut menjadi bekal penting untuk membangun kepribadian dan masa depan yang lebih baik. Ilmu yang tinggi harus disertai perilaku yang baik agar keberadaan seseorang benar-benar memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia juga menegaskan pentingnya adab dalam proses pendidikan dengan mengutip pepatah Arab yang populer, "Al-adabu fauqal 'ilmi", yang berarti adab berada di atas ilmu. (id46)
Berita Terkait





































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda