Breaking News
Memuat breaking news...

MUI Padangsidimpuan Dorong Peneliti Muda Kuasai Literasi Data dan Metodologi Ilmiah

Redaksi
Redaksi
Rabu, 21 Oktober 2026 - 9.47 PM WIB
MUI Padangsidimpuan Dorong Peneliti Muda Kuasai Literasi Data dan Metodologi Ilmiah
Ketua MUI Padangsidimpuan, Ustaz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan (tengah), bersama para pemateri berfoto di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Rabu (21/10/2026). Waspada.id/Mohot Lubis
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan MUI Kota Padangsidimpuan mendorong mahasiswa dan pelajar madrasah meningkatkan kemampuan literasi ilmiah, pengolahan data, serta metodologi penelitian agar mampu menghasilkan karya akademik yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Edukasi dan dorongan terhadap generasi muda tersebut diwujudkan melalui Workshop Peningkatan Literasi Ilmiah dengan tema "Membangun Fondasi Riset: Penguatan Literasi Data dan Metodologi Ilmiah bagi Peneliti Muda" yang digelar di Aula Kantor MUI, Jalan HT. Rizal Nurdin, Palampat, Padangsidimpuan Tenggara, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta siswa MAN 1 dan MAN 2 Padangsidimpuan. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Azhar Nasution, kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Ustaz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, MA.

Ketua Komisi Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan MUI Padangsidimpuan, Dr. Muhlison Siregar, M.Ag., mengatakan workshop yang diikuti sekitar 45 mahasiswa dan siswa madrasah aliyah ini sangat penting untuk membangun kemampuan generasi muda dalam memahami dan menguji kebenaran informasi melalui pendekatan ilmiah.

Menurutnya, Islam mengajarkan umatnya untuk menguasai informasi. Namun, setiap informasi yang diterima tidak boleh langsung dipercaya tanpa pemeriksaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an, sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 yang artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya."

"Dalam pandangan Islam, kita dituntut menguasai informasi. Namun, semua informasi yang diperoleh tidak boleh ditelan bulat-bulat. Kebenarannya harus diteliti terlebih dahulu," ujarnya.

Pesan tersebut, lanjutnya, relevan dengan dunia penelitian dan kehidupan digital saat ini, ketika informasi dapat menyebar dengan cepat, tetapi tidak semuanya didukung data dan sumber yang dapat dipercaya.

Ketua MUI Padangsidimpuan, Ustaz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, MA, saat membuka kegiatan menjelaskan bahwa penelitian memiliki peran penting dalam menghasilkan pengetahuan dan memberikan gambaran mengenai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

MUI Padangsidimpuan Dorong Peneliti Muda Kuasai Literasi Data dan Metodologi Ilmiah

Ketua MUI Padangsidimpuan, Ustaz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, saat membuka Workshop Peningkatan Literasi Ilmiah bagi mahasiswa dan siswa madrasah aliyah di Aula Kantor MUI Padangsidimpuan, Rabu (21/10/2026). Waspada.id/Mohot Lubis

Ia mencontohkan kiprah MUI Sumatera Utara melalui komisi yang membidangi penelitian dan telah menghasilkan berbagai kajian. MUI Padangsidimpuan juga pernah melakukan penelitian mengenai dunia pendidikan dengan menggunakan pertanyaan berjenjang atau zig-zag dalam angket.

"Dari penelitian tersebut, disebutkan bahwa 76 persen siswa SMP yang mengisi angket mengaku pernah membuka situs pornografi," ungkapnya seraya menegaskan pentingnya penelitian untuk mengidentifikasi persoalan sosial secara lebih terukur.

Ustaz Zulfan berharap workshop tersebut dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk melakukan penelitian secara bertanggung jawab, sekaligus menjadikan tradisi ilmiah sebagai bagian dari upaya menjawab persoalan masyarakat.

Minat Baca dan Literasi Ilmiah Menurun

Wakil Ketua MUI Kota Padangsidimpuan, Drs. H. Samsuddin Pulungan, M.Ag., pada kesempatan itu menyoroti kecenderungan menurunnya literasi ilmiah di kalangan mahasiswa dan pelajar, termasuk di Kota Padangsidimpuan.

Kondisi tersebut dinilainya berkaitan dengan melemahnya minat baca serta kebiasaan menggunakan gawai yang tidak selalu diimbangi aktivitas membaca dan menelaah sumber secara mendalam.

Ia mengingatkan bahwa banyaknya informasi yang diterima seseorang tidak otomatis menjamin kualitas pengetahuannya, terutama jika sumber informasi tersebut tidak diketahui.

"Banyak kita mendapat ilmu, tetapi tidak tahu sumbernya. Itu sama dengan ilmu zina," ungkapnya seraya menekankan pentingnya kejelasan sumber dan penghargaan terhadap karya intelektual.

Ia membandingkan kebiasaan belajar generasi terdahulu yang akrab dengan buku dengan kebiasaan generasi sekarang yang semakin bergantung pada perangkat digital.

Menurutnya, kehidupan manusia banyak dipengaruhi oleh proses meniru. Karena itu, seseorang harus selektif dalam memilih sumber pengetahuan dan teladan agar tidak mengikuti sesuatu yang keliru.

MUI Padangsidimpuan Dorong Peneliti Muda Kuasai Literasi Data dan Metodologi Ilmiah

Ketua MUI Padangsidimpuan, Ustaz Drs. H. Zulfan Efendi Hasibuan, berfoto bersama para pemateri dan peserta workshop seusai menyerahkan sertifikat, Rabu (21/10/2026). Waspada.id/Mohot Lubis

Mengelola Referensi dengan Zotero

Dosen Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Muhammad Roihan Daulay, MA, sebagai pemateri pertama memperkenalkan Zotero sebagai perangkat untuk membantu peneliti mengelola referensi dan sumber pustaka secara sistematis.

Peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga mengikuti praktik penggunaan aplikasi tersebut. Raihan memaparkan tujuh fungsi utama Zotero, yakni mengumpulkan referensi, mengelompokkan sumber, mengelola berkas PDF, membuat sitasi akademik, menyusun daftar pustaka, melakukan sinkronisasi, serta mendukung kolaborasi penelitian.

Ia menekankan bahwa penggunaan perangkat otomatis harus tetap disertai ketelitian dan pemikiran kritis. Menurutnya, teknologi dapat mempermudah pekerjaan peneliti, tetapi tidak dapat menggantikan tanggung jawab dalam memeriksa keakuratan sumber.

"Jika Anda tidak memverifikasi metadata yang diimpor dari internet, daftar pustaka otomatis akan berantakan. Koreksi di sumber aplikasi, bukan di Word," katanya.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa kualitas sitasi dan daftar pustaka tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan aplikasi, tetapi juga oleh ketelitian peneliti dalam memastikan identitas dan kelengkapan sumber yang digunakan.

Publikasi Jurnal dan OJS

Darania Anisa, S.H.I., M.H., sebagai pemateri kedua membahas proses mengubah tulisan akademik menjadi artikel jurnal, memilih jurnal yang sesuai, hingga mengirimkan naskah melalui Open Journal Systems (OJS).

Peserta diarahkan memahami tahapan publikasi ilmiah, mulai dari menyiapkan tulisan, memastikan kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, memenuhi persyaratan naskah, hingga menjalani proses pengiriman artikel.

Dalam praktiknya, OJS bukan pihak yang menentukan mutu akademik sebuah artikel, melainkan sistem pengelolaan jurnal yang membantu menangani metadata, berkas naskah, dan komunikasi selama proses penerbitan.

Melalui materi tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa publikasi ilmiah bukan sekadar mengunggah tulisan, melainkan proses yang menuntut ketelitian administrasi, kejelasan argumentasi, kepatuhan terhadap etika akademik, serta kesiapan menerima evaluasi. (id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement