Mulai Terkuak Kasus Dugaan MBG untuk Siswa Fiktif di Aceh TamiangMulai Terkuak Kasus Dugaan MBG untuk Siswa Fiktif di Aceh Tamiang

KUALASIMPANG (Waspada.id): Sudah mulai terkuak kasus dugaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan untuk siswa fiktif di SMA Swasta Al-Washliyah, Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Berdasarkan penelusuran dan informasi yang diperoleh Waspada.id, sudah lama pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan bantuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa SMA Swasta Al-Washliyah, Kota Kualasimpang.
Menurut informasi, pihak SPPG memberikan bantuan MBG untuk sekolah tersebut sebanyak 67 porsi, rincinya 63 untuk siswa dan 4 untuk guru di SMA tersebut. Masih berdasarkan informasi yang diperoleh, dari 67 porsi tersebut, ternyata ada 10 MBG yang diberikan dan diantar ke salah satu pesantren di Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dan sisanya sebanyak 57 porsi lagi ditinggalkan di SMA Al-Washliyah dengan dalih siswa dan guru akan datang ke sekolah untuk mengambil MBG.
Informasi yang diperoleh Waspada.id menyebutkan, tidak pernah terlihat siswa yang datang ke sekolah tersebut untuk mengambil MBG setiap hari mulai Senin hingga Jumat.
Berdasarkan data yang tercantum pada laman resmi Dapodik Kemendikdasmen, SMAS Al-Washliyah beralamat di Jalan Letjen S. Parman No. 48, Desa Sriwijaya, Kecamatan Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Sekolah tersebut memiliki NPSN 10104295 dengan status sekolah swasta di bawah yayasan.
Dalam data yang telah tersinkronisasi (status hijau), sekolah itu tercatat memiliki 63 peserta didik yang terdiri dari 36 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Selain itu, tercatat memiliki 10 tenaga pendidik dan kependidikan, yakni delapan guru dan dua tenaga kependidikan.
Bahkan, data sarana dan prasarana juga terbilang lengkap, meliputi lima ruang kelas, satu perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, ruang UKS, empat toilet, laboratorium komputer, laboratorium IPA, laboratorium biologi, hingga kantin.
Namun hasil penelusuran Waspada.id selama ini tidak terlihat adanya aktivitas siswa yang bersekolah di SMA Al-Washliyah dan sudah tidak terlihat aktivitas proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah tersebut.
Berdasarkan penelusuran Waspada.id, patut diduga bantuan MBG diberikan kepada siswa yang diduga fiktif bersekolah di SMA Swasta Al-Washliyah.
Waspada.id sampai saat ini belum berhasil mengonfirmasi Kepala Sekolah SMA Swasta Al-Washliyah, Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang berinisial Sup, karena tidak ada di tempat dan tidak ada seorang pun di sekolah tersebut untuk dimintai keterangan terkait kasus yang terjadi di sekolah ini.
Waspada.id pada Kamis (13/8) mencoba mengonfirmasi Kepala Sekolah melalui telepon, namun nomor tidak aktif. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya dibaca atau centang dua biru, tetapi tidak ada jawaban terkait kasus yang terjadi di sekolah tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, Bakhtiar, S.Pd., M.Pd., ketika dikonfirmasi Waspada.id melalui telepon pada Kamis (13/8/2026), mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak sekolah dan SPPG agar menghentikan pengantaran bantuan MBG untuk SMA Swasta Al-Washliyah, Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
"Sudah saya minta stop bantuan MBG untuk sekolah itu," tegas Bakhtiar.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Tamiang, Tary Irmanisa, ketika dikonfirmasi Waspada.id melalui telepon pada Jumat (14/8) sore, mengatakan sudah dihentikan bantuan MBG untuk SMA Swasta Al-Washliyah, Kota Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Menurut Tary, SPPG memberikan dan mengantar bantuan MBG untuk sekolah tersebut berdasarkan data siswa yang bersekolah yang diberikan pihak SMA Swasta Al-Washliyah.
Tary mengatakan, pihak sekolah menyebutkan bantuan MBG diambil setiap hari oleh siswa yang datang ke sekolah untuk mengambil MBG.
"Nanti saya tanya kepada SPPG sejak kapan bantuan MBG diberikan untuk sekolah itu dan tanggal berapa bantuan MBG dihentikan untuk sekolah itu. Nanti saya berikan penjelasannya yang lengkap," janji Tary.
Namun sampai berita ini dikirim ke redaksi pada Jumat (14/8) malam, Tary belum memberikan penjelasan tersebut. (Id93)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda