Muniruddin Ritonga: Antisipasi Lonjakan BBM Jelang Nataru


MEDAN (Waspada.id) – Anggota Komisi B DPRD Sumut dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muniruddin Riitonga, mendesak Pemprovsu memperkuat koordinasi dengan Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Munir mengatakan, Selasa (3/11) peningkatan mobilitas masyarakat dan volume kendaraan pada akhir tahun harus diantisipasi dengan memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Menurutnya, koordinasi Pemprovsu dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) perlu ditingkatkan, terutama dalam memetakan jalur distribusi dan mengatasi berbagai hambatan logistik.
"Kami meminta Pemprovsu dan Pertamina duduk bersama secara intensif. Koordinasi harus diperketat agar distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan yang merugikan masyarakat," ujarnya.
Ia mengingatkan, wilayah kepulauan dan daerah terluar, khususnya Kepulauan Nias, membutuhkan perhatian lebih. Kondisi geografis, cuaca, serta keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan berpotensi menghambat pengiriman BBM.
Salah satu persoalan yang perlu diantisipasi adalah pembatasan tonase kendaraan tangki pengangkut BBM akibat kerusakan jembatan dan ancaman longsor di sejumlah jalur darat Nias. Kondisi tersebut perlu segera dicarikan solusi agar tidak berdampak terhadap ketersediaan BBM di SPBU.
Muniruddin juga meminta Pertamina menyiapkan cadangan operasional dan pola distribusi yang fleksibel, sehingga apabila terjadi gangguan cuaca maupun kendala transportasi, penyaluran BBM tetap dapat berlangsung. Kesiapan armada pengangkut dan sarana penyimpanan juga perlu menjadi perhatian.
Peninjauan
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution telah meninjau Fuel Terminal Pertamina di Gunungsitoli, Kepulauan Nias, untuk melihat kesiapan stok dan distribusi BBM menjelang Nataru.
Sejumlah langkah penanganan disiapkan, antara lain percepatan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, penerapan pola distribusi alternatif selama November, serta penguatan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Muniruddin juga meminta pengawasan distribusi Solar dan Pertalite diperketat agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak. Pengawasan perlu dilakukan mulai dari tingkat penyalur hingga SPBU, terutama di daerah yang rawan penyimpangan distribusi.
Selain itu, masyarakat harus memperoleh informasi yang jelas mengenai ketersediaan BBM dan kemungkinan perubahan pola distribusi. Transparansi informasi dinilai penting untuk mencegah kepanikan dan antrean panjang akibat kekhawatiran terhadap pasokan.
Ia berharap koordinasi Pemprovsu, DPRD Sumut, dan Pertamina dapat menjaga ketersediaan BBM di seluruh wilayah Sumatera Utara, sehingga kebutuhan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi. (Id142)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda