Musda Golkar Pidie, Petahana di Panggung, Penantang di Balik LayarMusda Golkar Pidie, Petahana di Panggung, Penantang di Balik Layar

SIGLI (Waspada.id): Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XII Partai Golkar Kabupaten Pidie, politik justru bergerak dalam kesunyian. Para figur yang disebut-sebut berambisi menduduki kursi ketua masih memilih diam, sementara waktu terus bergerak menuju pintu pencalonan.
Di tengah senyapnya nama-nama baru, T. Saifullah TS, S.E., sang petahana, masih menjadi figur yang paling terlihat di panggung politik Golkar Pidie.
Ketua Panitia Penyelenggara Musda XII Partai Golkar Pidie, Syarifuddin, S.Ag., mengatakan penerimaan calon Ketua DPD II Partai Golkar Pidie akan dibuka pada Senin (24/8).
Pembukaan pendaftaran tersebut menjadi momentum penting untuk membaca peta persaingan. Para figur yang selama ini masih menyimpan langkah politiknya akan dihadapkan pada pilihan: membuka kartu dan masuk ke arena, atau tetap bertahan di balik layar.
Hingga menjelang pendaftaran, belum ada nama baru yang secara terbuka tampil sebagai penantang kuat petahana. Situasi tersebut membuat bursa perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Pidie masih cair dan penuh tanda tanya.
Di tengah kesunyian itu, T. Saifullah TS, S.E. justru berada di posisi yang terang. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRK Pidie sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie.
Dalam undangan resmi Musda XII, T. Saifullah TS, S.E. masih tercantum sebagai Ketua DPD-II Partai Golkar Kabupaten Pidie.
Sementara Syarifuddin, S.Ag. tercantum sebagai Ketua Panitia Penyelenggara dan Muhamad Nasir, S.Sos. sebagai Sekretaris.
T. Saifullah TS, S.E. terpilih sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie dalam Musda XI pada Oktober 2020. Menjelang Musda XII, namanya kembali berada di tengah pusaran pembicaraan tentang siapa yang akan menakhodai Golkar Pidie untuk periode berikutnya.
Namun, politik Musda tidak selalu berlangsung di bawah sorotan lampu. Ada pergerakan yang justru berlangsung dalam senyap.
Nama yang belum terdengar hari ini bisa saja muncul ketika pintu pencalonan resmi dibuka.
Dukungan yang belum terlihat di permukaan pun dapat berubah menjadi kekuatan menentukan di ruang musyawarah.
Karena itu, diamnya para calon bukan berarti tidak ada gerakan. Bisa jadi, kesunyian tersebut merupakan bagian dari strategi untuk membaca peta kekuatan, menghitung dukungan, dan menunggu waktu yang dianggap paling tepat untuk tampil.
Pintu Pencalonan Dibuka
Senin (24/8) menjadi hari yang ditunggu. Pendaftaran calon dibuka, dan para figur yang selama ini disebut-sebut memiliki ambisi memimpin Golkar Pidie akan memiliki ruang untuk menunjukkan keseriusannya.
Di titik inilah politik tidak lagi cukup dimainkan melalui bisik-bisik.
Calon yang benar-benar ingin bertarung harus mampu mengubah nama menjadi dukungan. Sebab, dalam Musda, popularitas saja tidak cukup. Yang menentukan adalah mekanisme organisasi dan dukungan pemilik hak suara.
Situasi tersebut membuat persaingan masih sulit dipetakan secara pasti.
Jika muncul satu atau dua kandidat dengan dukungan kuat, peta Musda dapat berubah cepat. Sebaliknya, jika tidak ada penantang serius, posisi petahana tentu akan semakin menarik perhatian.
Belajar dari Musda Sebelumnya
Musda XI pada 2020 menunjukkan bahwa pertarungan kursi Ketua Golkar Pidie dapat berlangsung ketat. T. Saifullah TS, S.E. ketika itu berhasil terpilih melalui proses pemilihan internal partai.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membaca dinamika Musda XII. Namun, status petahana bukan jaminan kemenangan.
Setiap Musda memiliki konfigurasi politik yang berbeda. Dukungan kader dapat berubah, figur baru dapat muncul, dan strategi politik dapat bergeser menjelang pemilihan.
Karena itu, para penantang yang masih berada di balik layar memiliki waktu yang terbatas untuk membuktikan apakah mereka benar-benar memiliki kekuatan atau hanya menjadi nama yang ramai diperbincangkan.
Musda XII Partai Golkar Kabupaten Pidie dijadwalkan berlangsung Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di Gedung Meusapat Ureung Pidie, Jalan Tgk. Chik Ditiro, Gampong Blang Asan, Kecamatan Kota Sigli.
Rangkaian pembukaan telah disiapkan panitia. Agenda antara lain tarian persembahan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan Salawat Badar, doa, lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, Mengheningkan Cipta, Hymne Partai Golkar, pembacaan Pancasila dan Ikrar Panca Bhakti, serta pemutaran video kilas balik Partai Golkar Kabupaten Pidie.
Agenda dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPD-II Partai Golkar Kabupaten Pidie, sambutan Bupati Pidie, serta sambutan dan arahan Ketua DPD-I Partai Golkar Provinsi Aceh yang sekaligus membuka secara resmi Musda XII.
Kini panggung sudah disiapkan. Jadwal sudah ditentukan. Pintu pencalonan segera dibuka.
Tinggal menunggu siapa yang berani melangkah dari balik layar.
Politik Musda Golkar Pidie kini seperti permainan kartu. Sebagian pemain masih menyimpan kartu di saku, sementara petahana sudah terlihat jelas di meja permainan. T. Saifullah TS, S.E. masih menjadi nama yang mencuat.
Para penantangnya? Entah sedang menghitung kartu, mencari teman bermain, atau takut ketahuan kartunya cuma kartu joker.
Senin (24/8), kartu mulai dibuka. (id69)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda