Musda ke-3 TIDAR Aceh Digelar, Rahayu Harap Ketua Terpilih Pimpin dengan Teguh dan Gigih


BANDA ACEH (Waspada.id): Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, berharap ketua terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 TIDAR Aceh mampu memimpin organisasi dengan keteguhan, kegigihan, inisiatif, serta keterbukaan dalam mengayomi seluruh kader yang bernaung di bawah partai Gerindra itu.
Harapan tersebut disampaikan Rahayu saat menghadiri Musda ke-3 TIDAR Aceh yang berlangsung di Hotel Hermes, Banda Aceh, Kamis (5/11/2026).
"Harapan saya untuk ketua yang nantinya terpilih, dia harus bisa mengayomi adik-adik, bisa memimpin dengan inisiatif, keteguhan, kegigihan, dan keterbukaan untuk bisa menerima siapa pun yang mau bergabung di TIDAR," kata Rahayu.
Menurut Rahayu, pemimpin baru TIDAR Aceh harus mampu merangkul seluruh kader dan membuka ruang bagi anak-anak muda yang ingin bergabung serta berkontribusi dalam organisasi sayap kepemudaan Partai Gerindra tersebut.
Ia menegaskan, Musda merupakan agenda organisasi untuk memilih kepemimpinan baru sekaligus memperkuat konsolidasi kader TIDAR di Aceh.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejauh ini baru satu orang yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua yakni, M. Abrar Perdana yang sebelumnya menjabat wakil ketua di periode 2023-2026.
Rahayu berharap proses pemilihan tersebut dapat berlangsung lancar, bahkan jika memungkinkan melalui mekanisme aklamasi.
Musda ke-3 TIDAR Aceh dengan mengusung tema Menata arah generasi pemuda Aceh, menjadi kekuatan Indonesia tersebut diikuti kader dan ketua Pimpinan Cabang (PC) dari 18 kabupaten/kota di Aceh.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelatihan kaderisasi Tunas 3 yang dihadiri Rahayu bersama Sekretaris Jenderal PP TIDAR, Rocky Chandra.
Ia menjelaskan, pelatihan Tunas 3 merupakan bagian dari proses kaderisasi berjenjang di tubuh TIDAR.
Sebelumnya, kader telah mengikuti pelatihan Tunas 1 dan 2, sedangkan pelatihan Tunas 4 nantinya akan diselenggarakan oleh pengurus pusat.
Ia berharap melalui proses kaderisasi tersebut, para kader memiliki pemahaman yang baik mengenai kondisi dan perkembangan Indonesia, sekaligus mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan program-program pemerintah kepada kalangan anak muda.
“Harapan dah pesan saya, kader TIDAR diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara partai, pemerintah, dan generasi muda, termasuk menyerap aspirasi pemuda di daerah untuk disampaikan kepada pengurus pusat,” ungkap Rahayu.
Ia juga mendorong kader TIDAR Aceh mulai mempersiapkan kader-kader terbaik untuk berkontribusi dalam dunia politik dan lembaga legislatif, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun DPR RI.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam politik penting untuk memastikan aspirasi anak muda dapat terwakili dalam proses pengambilan kebijakan.(hd)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda