Musda XI Golkar Pidie Spektakuler, Tiga Pimpinan Daerah Hadir

SIGLI (Waspada.id): Tepuk tangan bergemuruh menyambut dimulainya Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie di Gedung Meusapar Ureung Pidie, Sabtu (29/8).
Pembukaan berlangsung spektakuler, namun tetap khidmat dan penuh suasana persaudaraan.Ratusan tamu dan undangan memenuhi gedung.
Para kader, peserta Musda, tokoh masyarakat, pimpinan partai politik serta tamu kehormatan larut dalam satu suasana. Kemeriahan pembukaan berpadu dengan keakraban keluarga besar Golkar Pidie.
Kehadiran Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar, serta Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., semakin memberi warna pada forum politik tersebut.

Ketiganya hadir ketika keluarga besar Golkar Pidie membuka lembaran baru perjalanan organisasinya. Musda XI bukan sekadar forum internal partai, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara kekuatan politik, pemerintahan dan kepentingan masyarakat.
H Sarjani: Musda Bukan Sekadar Pilih Pengurus
Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., mengapresiasi pelaksanaan Musda XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie yang berlangsung khidmat dan penuh persaudaraan.
Menurut H Sarjani, Musda tidak semestinya dipandang hanya sebagai agenda rutin untuk memilih atau menetapkan kepengurusan baru. Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi ruang menyusun gagasan dan program yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Pidie.
“Musyawarah bukan hanya kegiatan rutin untuk pengurus baru, tetapi juga untuk menyusun program daerah demi kesejahteraan daerah,” ujar Sarjani.
Ia mengatakan Partai Golkar merupakan salah satu partai senior dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Di Kabupaten Pidie, Golkar juga dinilai telah memberikan kontribusi dalam kehidupan politik dan pembangunan daerah.
H Sarjani menyebut komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Pidie dengan Partai Golkar selama beberapa tahun terakhir berjalan baik. Kondisi tersebut, menurutnya, turut memudahkan komunikasi politik, khususnya terkait pembahasan anggaran dan kepentingan pembangunan daerah.
“Dalam beberapa tahun ini kami merasa lebih mudah bekerja, terutama soal anggaran. Komunikasinya baik dan patut dijunjung tinggi. Kita berharap ke depan lebih baik lagi,” katanya.
Menurut H Sarjani, tantangan Pidie ke depan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik. Apalagi daerah masih menghadapi keterbatasan anggaran sehingga penguatan sektor ekonomi dan produktivitas masyarakat menjadi hal penting.
Karena itu, ia berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.“Siapa pun yang terpilih nantinya, Pemerintah Pidie siap bekerja sama demi kepentingan masyarakat Pidie yang kita cintai,” tegasnya.
H Sarjani juga mengajak seluruh pihak menjadikan berbagai hal pada masa lalu yang masih perlu diperbaiki sebagai bahan evaluasi bersama, sehingga hubungan antara pemerintah daerah dan partai politik ke depan semakin harmonis dan produktif.
Kehadiran Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRK menjadi perhatian tersendiri dalam pembukaan Musda.
Alzaizi Umar tampak mendampingi Bupati Pidie. Sementara Anwar Sastra Putra, S.H., hadir mewakili lembaga legislatif daerah.
Ketiganya berada dalam satu forum ketika Partai Golkar Pidie sedang menentukan arah baru organisasinya.
Pemandangan tersebut memperlihatkan bagaimana dinamika politik partai bertemu dengan pemerintahan daerah. Di tengah keterbatasan fiskal dan berbagai tantangan pembangunan, komunikasi antara pemerintah, legislatif dan partai politik menjadi salah satu modal penting bagi Pidie.
Musda pun tidak hanya bicara tentang kursi kepengurusan. Di balik proses musyawarah, tersimpan harapan agar kepemimpinan baru Golkar mampu menjaga komunikasi politik dan ikut mendorong pembangunan daerah.
Syarifuddin: Perkuat Soliditas
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Musda XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie, Syarifuddin, S.Ag., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan dengan mengedepankan ketertiban dan ketentuan organisasi.
Dalam laporan panitia, Musda diikuti peserta dari unsur Pimpinan Kecamatan, organisasi kemasyarakatan pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta peserta peninjau.Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mengikuti agenda Musda tercatat 87 orang.
Syarifuddin mengatakan Musda menjadi momentum menyatukan persepsi sekaligus memperkuat struktur dan soliditas Partai Golkar Kabupaten Pidie.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti Musda dengan tertib dan mengedepankan semangat kekeluargaan. Siapa pun yang terpilih nantinya merupakan bagian dari keluarga besar Golkar dan memiliki tanggung jawab bersama untuk membesarkan partai,” kata Syarifuddin.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musda XI, mulai dari jajaran pengurus, peserta, peninjau, tamu undangan hingga para pihak yang ikut membantu pelaksanaan kegiatan.
T. Saifullah: Golkar Harus Tetap Solid
Sementara itu, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pidie T. Saifullah TS, S.E., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, kader, tamu undangan dan panitia yang telah menyukseskan pelaksanaan Musda XI.

Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra SH (Bulek) hadiri Musda XI Golkar Pidie. Waspada.id/Muhammad Riza
Menurutnya, Musda merupakan momentum penting bagi Golkar Pidie untuk melakukan konsolidasi, memperkuat persaudaraan dan menyatukan langkah menghadapi tantangan politik ke depan.
“Musda ini bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi bagaimana kita bersama-sama memperkuat Partai Golkar untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Pidie,” ujar T. Saifullah.
Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan setelah seluruh tahapan Musda selesai. Perbedaan pandangan dalam sebuah musyawarah, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika organisasi dan harus disikapi secara dewasa.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, mari kita dukung bersama. Yang paling penting adalah Golkar tetap solid, kompak dan terus hadir untuk kepentingan masyarakat,” katanya.
T. Saifullah juga mengapresiasi kehadiran Bupati Pidie, Wakil Bupati Pidie dan Ketua DPRK Pidie dalam pembukaan Musda.
Menurutnya, kehadiran para pimpinan daerah menjadi bentuk penghargaan sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara Partai Golkar, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Pidie.
“Semangat kebersamaan seperti ini harus kita pertahankan. Golkar harus terus menjadi bagian dari solusi dan pembangunan Pidie ke depan,” ujarnya.
Politik yang Berujung pada Kepentingan Rakyat
Di Gedung Meusapar Ureung Pidie, Musda XI akhirnya terasa lebih dari sekadar agenda organisasi.
Pembukaan yang spektakuler berjalan beriringan dengan suasana khidmat. Di antara kemeriahan acara, semangat persaudaraan justru menjadi warna yang paling terasa.
Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRK hadir dalam satu forum ketika Golkar sedang menentukan arah perjalanan organisasinya.

Para kader dan peserta membawa harapan agar kepemimpinan yang lahir dari Musda mampu menjaga soliditas partai sekaligus memperkuat kontribusinya bagi daerah.
Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Namun setelah musyawarah selesai, kepentingan masyarakat harus kembali menjadi titik temu.
Musda XI Golkar Pidie pun menjadi panggung politik yang mempertemukan organisasi, pemerintahan dan persaudaraan dengan satu harapan: Pidie bergerak lebih baik ke depan.( id69)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda