Nasdem Pidie Tekankan Bahaya Narkoba dan Krisis BBM


SIGLI (Waspada.id): Ancaman narkoba terhadap generasi muda, antrean panjang bahan bakar minyak (BBM), hingga penguatan akses pendidikan tinggi menjadi persoalan yang disoroti Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Pidie, T. Fadlullah TM Daud.
Ia menilai ketiga sektor tersebut membutuhkan perhatian serius, langkah konkret, dan koordinasi lintas lembaga demi melindungi masyarakat serta mendorong kemajuan Kabupaten Pidie.
Hal itu disampaikan Fadlullah di sela-sela penyambutan Tim DPW Partai NasDem Aceh dalam kegiatan restrukturisasi dan penguatan struktur DPD NasDem Kabupaten Pidie di kantor setempat, Sabtu (24/10/2026).
“NasDem punya prinsip, partai yang tidak punya musuh kecuali kemiskinan dan kebodohan. Karena itu, hal-hal yang menghambat kemajuan pendidikan akan kami lawan,” ujarnya.
Narkoba Ancam Masa Depan Generasi Muda
Fadlullah menilai narkoba bukan sekadar persoalan kriminalitas, melainkan ancaman sosial yang dapat merusak masa depan generasi muda, melemahkan ketahanan keluarga, dan menghambat pembangunan sumber daya manusia.
Karena itu, ia mendukung aparat penegak hukum menindak tegas penyalahgunaan dan peredaran narkotika sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Namun, menurutnya, penindakan perlu diimbangi dengan pencegahan melalui keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan pemerintah gampong. Edukasi kepada generasi muda juga penting agar mereka memahami bahaya narkoba dan tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaannya.
Upaya pemberantasan narkoba, lanjutnya, perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat, sehingga tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga perlindungan generasi muda.
Minta Distribusi BBM Dievaluasi
Selain narkoba, Fadlullah menyoroti antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Aceh yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.

Sejumlah pengurus DPD Partai NasDem Pidie mengikuti pertemuan bersama Tim DPW NasDem Aceh dalam rangka restrukturisasi dan penguatan struktur partai di Sigli, Sabtu (24/10/2026). Waspada.id/Muhammad Riza
Ia mengatakan persoalan tersebut telah berulang kali dibahas secara internal dan disampaikan kepada pihak Pertamina serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurutnya, persoalan antrean BBM perlu ditangani melalui evaluasi menyeluruh terhadap distribusi dan pengawasan penyaluran. Ketersediaan pasokan harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat, sedangkan BBM bersubsidi perlu dipastikan tersalurkan sesuai ketentuan.
Ia menilai transparansi informasi mengenai pasokan dan distribusi juga penting agar masyarakat memperoleh kepastian serta tidak terus menghadapi ketidakjelasan saat membutuhkan BBM.
NasDem berharap instansi terkait menelusuri berbagai hambatan distribusi dan memperkuat pengawasan agar penyaluran BBM berlangsung tepat sasaran.
NasDem Pidie Dukung Penegerian Al-Hilal
Di sektor pendidikan, Fadlullah menegaskan dukungan NasDem Kabupaten Pidie terhadap upaya penegerian Perguruan Tinggi Al-Hilal Sigli menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al-Hilal Sigli.
Menurutnya, penegerian Al-Hilal merupakan salah satu upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pidie.
Dukungan tersebut, kata dia, sejalan dengan prinsip NasDem yang menempatkan pemberantasan kemiskinan dan kebodohan sebagai bagian penting dari perjuangan politik.
Pendidikan memiliki peran mendasar dalam membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.
Karena itu, NasDem Pidie mendukung penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pihak pengelola perguruan tinggi agar proses penegerian Al-Hilal Sigli dapat ditindaklanjuti sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Fadlullah berharap, apabila proses penegerian tersebut terealisasi, keberadaan IAIN Al-Hilal Sigli dapat memperluas kesempatan masyarakat Pidie dan daerah sekitarnya untuk mengenyam pendidikan tinggi, sekaligus mendorong perkembangan pendidikan Islam di Aceh.
Ia menegaskan, penanganan narkoba, pembenahan distribusi BBM, dan penguatan akses pendidikan membutuhkan komitmen bersama serta tindak lanjut yang terukur. Ketiga persoalan tersebut berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat dan masa depan pembangunan Kabupaten Pidie.(Id69)
Berita Terkait































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda