Nazaruddin Ismail: Jangan Jadikan Masa Duka sebagai Ajang Berebut Kursi Ketua BMK Pidie JayaNazaruddin Ismail: Jangan Jadikan Masa Duka sebagai Ajang Berebut Kursi Ketua BMK Pidie Jaya

MEUREUDU (Waspada.id): Ketua Badan Legislasi (Banleg) DPRK Pidie Jaya sekaligus Anggota Komisi I DPRK Pidie Jaya, Nazaruddin Ismail, meminta seluruh pengurus Baitul Mal Kabupaten (BMK) Pidie Jaya menahan diri dan tidak menjadikan masa duka atas meninggalnya Abati Pohroh sebagai momentum bermanuver untuk memperebutkan kursi Ketua BMK.
Nazaruddin menegaskan, suasana duka harus dihormati. Ia meminta seluruh elemen BMK Pidie Jaya tidak tergesa-gesa memunculkan pencalonan maupun gerakan politik terkait suksesi kepemimpinan, setidaknya hingga prosesi seuneujoh atau tujuh hari almarhum selesai.
“Jangan sampai masa duka justru dijadikan ruang untuk memunculkan syahwat politik dan pencalonan diri. Kita harus menjaga etika, moralitas dan menghormati keluarga serta jasa almarhum,” tegas Nazaruddin Ismail, Rabu (26/8).
Menurutnya, pelayanan kepada umat tidak boleh ikut terganggu akibat kekosongan kepemimpinan. Sekretariat BMK Pidie Jaya harus memastikan pelayanan serta penyerapan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah (ZIS) tetap berjalan normal di bawah koordinasi jajaran pengurus yang ada dan pengawasan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.
Terkait penggantian Ketua BMK, Nazaruddin meminta seluruh pihak tidak membuat mekanisme sendiri. Pergantian antarwaktu (PAW) maupun pemilihan ketua baru harus dilakukan sesuai regulasi, termasuk merujuk pada Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga menegaskan, penentuan kebijakan strategis dan langkah transisi, termasuk penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten, khususnya Bupati Pidie Jaya, untuk memastikan stabilitas dan kesinambungan tata kelola BMK.
Nazaruddin mengingatkan seluruh pengurus, amil dan staf BMK Pidie Jaya agar tidak terjebak dalam gerakan spekulatif yang dapat memicu kegaduhan internal.
“Fokus kita sekarang adalah mendoakan almarhum Abati Pohroh, menjaga soliditas dan memastikan pelayanan kepada umat tetap berjalan. Soal suksesi, serahkan pada mekanisme resmi dan regulasi. Jangan ada yang mendahului proses,” katanya.
Ia berharap masa transisi BMK Pidie Jaya dapat berlangsung tertib tanpa kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Semoga BMK Pidie Jaya tetap baik-baik saja dan tidak terseret ke dalam kepentingan politik sesaat,” pungkas Nazaruddin Ismail.(Nas)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda