Breaking News
Memuat breaking news...

Negara Eropa Ramai Pindahkan Cadangan Emas

Redaksi
Redaksi
Selasa, 8 September 2026 - 7.33 AM WIB
Negara Eropa Ramai Pindahkan Cadangan Emas
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Negara-negara Eropa mulai mengambil langkah untuk memperkuat pengamanan cadangan emas mereka di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Salah satu langkah terbaru dilakukan Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/DNB), yang memindahkan puluhan ton cadangan emas dari Amerika Utara ke London. Relokasi tersebut dinilai dapat membuat Belanda lebih siap menghadapi kondisi krisis.

Sekitar 86 ton dari total sekitar 313 ton emas Belanda yang sebelumnya tersimpan di Amerika Serikat dan Kanada dipindahkan ke London. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya gejolak geopolitik agar cadangan emas dapat lebih cepat diakses apabila dibutuhkan dalam situasi krisis.

Namun, pemindahan tersebut bukan berarti Belanda memperkirakan akan terjadi guncangan ekonomi besar dalam waktu dekat.

Sebaliknya, langkah itu lebih mencerminkan strategi negara-negara Eropa dalam meningkatkan ketahanan aset cadangan mereka menghadapi dunia yang semakin tidak stabil.

Ketegangan perdagangan dan konflik militer menjadi salah satu faktor yang mendorong sejumlah negara meninjau kembali lokasi penyimpanan cadangan emas mereka.

Prancis, misalnya, pada awal tahun ini mengumumkan telah menarik cadangan emasnya dari Amerika Serikat untuk dipulangkan ke dalam negeri.

Langkah serupa juga pernah dilakukan Jerman. Bundesbank memindahkan lebih dari 216 ton emas dari lokasi penyimpanan di luar negeri selama beberapa tahun hingga 2016. Sebanyak 111 ton dipindahkan dari New York dan 105 ton dari Paris.

Strategi tersebut bukan hal baru. Pada periode ketidakstabilan global sebelumnya, sejumlah bank sentral Eropa justru memindahkan sebagian cadangan emas mereka ke New York selama Perang Dingin.

"Beberapa bank sentral Eropa memindahkan sebagian kepemilikan emas mereka ke New York selama Perang Dingin,” kata Analis Riset Lina Thomas dan Daan Struyven dari Goldman Sachs, melansir BBC, Senin (7/9/2026).

Bukan Semata karena Perang

Joseph Cavatoni, Senior Market Strategist di World Gold Council, mengatakan perang dan ketegangan perdagangan memang menjadi salah satu pertimbangan dalam keputusan sejumlah negara Eropa. Namun, faktor tersebut bukan satu-satunya alasan.

Inflasi, suku bunga, serta kebutuhan menempatkan emas di lokasi yang memungkinkan aset tersebut diperdagangkan dengan cepat juga menjadi pertimbangan.

“Saya tidak melihat adanya tanda-tanda bahwa bencana besar akan segera terjadi,” kata Cavatoni.

“Namun, menurut saya, masyarakat kini semakin memahami bagaimana mengelola aset cadangan mereka, meningkatkan cadangan tersebut, serta memikirkan secara lebih efektif bagaimana memaksimalkan manfaat dari aset-aset tersebut,” dia menandaskan.

Mengapa London?

DNB menyatakan emas yang dipindahkan dari Amerika Serikat dan Kanada antara Maret hingga Agustus tahun ini kini disimpan di brankas Bank of England.

“Kami berharap tidak akan pernah perlu menggunakannya. Namun, kami memang perlu memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan kami,” ujar Gubernur Bank Sentral Belanda, Olaf Sleijpen.

London menjadi pilihan strategis karena merupakan salah satu pusat perdagangan emas terbesar di dunia. Ketika sebuah negara perlu membeli atau menjual emas dalam waktu cepat saat krisis, pasar London menawarkan akses yang relatif mudah.

Kondisi tersebut turut menjadikan Bank of England sebagai salah satu lokasi penyimpanan emas yang banyak dipilih bank sentral.

Di bawah gedung Bank of England yang telah berusia sekitar 300 tahun di pusat Kota London, tersimpan sekitar 400.000 batang emas dengan nilai lebih dari £200 miliar.

Survei industri World Gold Council menunjukkan Bank of England masih menjadi lokasi penyimpanan emas paling populer. Meski demikian, bank-bank sentral kini semakin berupaya mendiversifikasi lokasi penyimpanan logam mulia mereka.

Menurut Lina Thomas dan Daan Struyven dari Goldman Sachs, lokasi penyimpanan cadangan emas kini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pengelola cadangan devisa negara.

Emas Tak Selalu Harus Diangkut

Di era modern, pemindahan cadangan emas tidak selalu berarti mengangkut batangan emas secara fisik dari satu negara ke negara lain.

Belanda, misalnya, menjual sekitar 59 ton emas yang tersimpan di New York, kemudian membeli emas dalam jumlah lebih besar di London. Dengan mekanisme tersebut, emas tidak perlu benar-benar diangkut melintasi Samudra Atlantik.

Namun, lebih dari 27 ton emas memang benar-benar dipindahkan secara fisik dari Amerika Serikat dan Kanada ke Zeist, Belanda. Jumlah yang hampir sama kemudian dikirim dari Zeist ke London.

Proses pengiriman emas lintas negara dilakukan dengan tingkat keamanan yang sangat ketat. Perusahaan yang menangani layanan tersebut juga cenderung merahasiakan detail operasionalnya untuk meminimalkan risiko pencurian.

Cavatoni menjelaskan, salah satu metode standar dalam memindahkan cadangan emas adalah menjual emas di satu lokasi dan membeli emas di lokasi lain.

“Misalnya, saya ingin emas saya berada di New York, tetapi saat ini emas tersebut berada di London. Saya bisa menjualnya di London dan membeli emas di New York pada hari dan waktu yang sama. Secara efektif, perpindahan tersebut cukup dicatat sebagai transaksi transfer tanpa harus melakukan perubahan logistik atau mengangkut emas secara fisik,” jelasnya.

Permintaan Pengiriman Emas Meningkat

Hanya sejumlah perusahaan tertentu yang memiliki kemampuan menangani pengiriman emas lintas negara. Salah satunya Brink's Global Services.

Perusahaan tersebut mengungkapkan adanya peningkatan permintaan dari sejumlah bank sentral dalam beberapa waktu terakhir.

“Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang semakin tinggi, ditambah dengan meningkatnya peran emas sebagai aset cadangan strategis, tampaknya turut mendorong tren tersebut,” kata Nader Antar, Executive Vice President Brink's.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pemindahan cadangan emas bukan semata-mata sinyal akan terjadinya krisis. Bagi sejumlah bank sentral, langkah tersebut lebih merupakan bagian dari strategi diversifikasi, memperkuat ketahanan cadangan, sekaligus memastikan emas dapat diakses dan diperdagangkan dengan cepat ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement