Breaking News
Memuat breaking news...

Nelayan Asal Kelantan Mendapat Penyiksaan Aparat Malaysia dan Hasil Tangkapan Dirampas

Redaksi
Redaksi
Kamis, 20 Agustus 2026 - 10.48 PM WIB
Nelayan Asal Kelantan Mendapat Penyiksaan Aparat Malaysia dan Hasil Tangkapan Dirampas
TEKONG boat nelayan asal Desa Kelantan, Kec. Brandan Barat, Rozky Rahmadhany, mengaku mendapat penyiksaan aparat Malaysia. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGKAT (Waspada.id): Seorang tekong boat nelayan tradisional asal Desa Kelantan, Kec. Brandan Barat, Kab. Langkat, mengalami penyiksaan setelah tertangkap oleh aparat martim dari negeri jiran Malaysia, Senin (17/8).

Penangkapan disertai tindakan penyiksaan terhadap masyarakat marginal yang berprofesi sebagai nelayan tradisional ini terjadi bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Menurut tekong perahu motor nelayan, Rozky Ramadhany alias Kiki, 33, kepada waspada.id, Kamis (20/8) malam, ia berangkat melaut untuk mencari ikan bersama tiga orang rekannya, yakni Wahyu, Rahim, dan Abdul Rahman.

Namun, nahas, perahu motor yang mereka tumpangi tertangkap oleh aparat Malaysia. Rozky mengatakan, para aparat yang dilengkapi senjata api laras panjang tersebut menuding mereka memasuki wilayah perairan Malaysia.

Rozky menceritakan, oknum aparat tersebut melakukan perlakuan keji. "Saat diintrogasi, saya dipukuli. Perut, dada, punggung dan kaki diinjak. Pipi saya ditampar, rambut dijambak dan bagian pantat dilibas pakai tali," ujarnya.

Setelah mengalami serangkaian penganiayaan, kata korban, aparat bersenjata dari Malaysia tersebut memerintah mereka untuk kembali ke Indonesia. Parahnya lagi, sebagian ikan hasil tangkapan nelayan rampas.

Tekong boat itu mengatakan, sebagai nelayan kecil, ia awam tentang batas negara, apalagi mereka tidak dilengkapi perangkat navigasi modern seperti alat GPS (global positioning system).

Nelayan berharap, pemerintah Indonesia harus memberi perlindungan terhadap para nelayan agar insiden kekerasan yang dilakukan oleh aparat Malaysia terhadap nelayan kecil asal Indonesia tidak terulang lagi dikemudian hari.

Aksi penangkapan dengan tuduhan melanggar batas teritorial negara secara sepihak sudah sering dialami nelayan tradisional Indonesia, terutama asal Langkat. Bahkan, para nelayan tak sedikit yang dijebloskan ke tahanan, sebelum akhirnya dipulangkan ke tanah air. (id24)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement