Breaking News
Memuat breaking news...

Nelayan Meukek Hilang di Laut, Tim Pencari Temukan Fiber Boat 3 Mil dari Pantai

Redaksi
Redaksi
Kamis, 17 September 2026 - 11.02 AM WIB
Nelayan Meukek Hilang di Laut, Tim Pencari Temukan Fiber Boat 3 Mil dari Pantai
Nelayan Meukek hilang di laut, tim pencari temukan fiber boat 3 Mil dari pantai. (Waspada.id/Hendrik)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAPAKTUAN (Waspada.id) : Seorang nelayan asal Gampong Tanjung Harapan, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Edi Yanto, 40, dilaporkan hilang saat melaut mencari ikan sejak Rabu (16/9).

Hingga Kamis (17/9), korban belum ditemukan. Pencarian yang dilakukan keluarga, masyarakat, dan nelayan setempat sejauh ini baru menemukan fiber yang diduga merupakan bagian dari boat bermesin robin yang digunakan Edi Yanto saat melaut.

Keuchik Gampong Tanjung Harapan, Munirudin, mengatakan tiga unit boat diberangkatkan dari Pelabuhan Pasie Meukek pada Kamis pagi untuk menyisir perairan dan mencari keberadaan korban.

"Sebanyak tiga unit boat diberangkatkan dari Pelabuhan Pasie Meukek membawa tim pencarian korban. Sejauh ini tim baru berhasil menemukan fiber boat robin korban di laut lepas, berjarak sekitar tiga mil dari bibir Pantai Pawoh, Labuhanhaji, atau sekitar dua mil dari bibir Pantai Lhok Manggeng, Abdya," kata Munirudin kepada Waspada.id di Meukek, Kamis (17/9).

Munirudin yang akrab disapa Toke Munir mengatakan, fiber yang ditemukan di tengah laut tersebut diyakini merupakan bagian dari boat yang digunakan Edi Yanto.

Keyakinan itu diperkuat karena mertua korban ikut langsung dalam tim pencarian. Boat robin yang digunakan Edi Yanto saat melaut diketahui merupakan milik mertuanya.

"Mertua korban sangat yakin bahwa fiber tersebut bagian dari boat robin yang dikemudikan menantunya. Saat ini tim pencari yang dibantu sejumlah boat nelayan lainnya terus mengintensifkan pencarian di sekitar lokasi penemuan fiber untuk menemukan korban," ujar Toke Munir.

Sebelum dilaporkan hilang, Edi Yanto menjalankan rutinitasnya sebagai nelayan seperti biasa. Ia berangkat seorang diri menggunakan boat robin bersama sejumlah nelayan lainnya sekitar pukul 05.00 WIB subuh, Rabu (16/9).

Menurut kebiasaan, Edi bersama nelayan lainnya kembali mendarat di Pantai Gampong Tanjung Harapan atau Pelabuhan Pasie Meukek pada sore hari setelah mencari ikan.

Namun, hingga Rabu malam Edi tak kunjung kembali. Kondisi tersebut membuat keluarga khawatir dan kemudian berupaya mencari keberadaannya.

Pada Rabu sore, wilayah Aceh Selatan juga dilanda hujan deras disertai angin kencang. Cuaca buruk tersebut menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian Edi Yanto masih berlangsung. Tim pencari bersama nelayan setempat terus menyisir perairan di sekitar lokasi ditemukannya fiber yang diduga berasal dari boat korban. (id85)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement