Breaking News
Memuat breaking news...

OJK Dan ILO Luncurkan Sistem ERP, Buka Akses Pembiayaan Lebih Luas Bagi Peternak Sapi Perah

Redaksi
Redaksi
Jumat, 12 Juni 2026 - 8.08 AM WIB
OJK Dan ILO Luncurkan Sistem ERP, Buka Akses Pembiayaan Lebih Luas Bagi Peternak Sapi Perah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk memperluas akses pembiayaan formal bagi peternak sapi perah di Jawa Timur.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MALANG (Waspada.id): Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk memperluas akses pembiayaan formal bagi peternak sapi perah di Jawa Timur.

Program digitalisasi ini dirancang untuk menjawab salah satu kendala utama yang selama ini dihadapi peternak, yakni keterbatasan data usaha yang membuat akses terhadap pembiayaan formal menjadi lebih sulit.

Melalui sistem ERP, data produksi, keuangan, serta operasional koperasi akan terdokumentasi secara lebih sistematis dan real time. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem peternakan sapi perah agar lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT, yaitu kolaborasi antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK yang didukung Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Program tersebut bertujuan memperluas akses keuangan, mendorong digitalisasi, memperkuat rantai nilai usaha, serta meningkatkan kualitas dan keberlanjutan usaha UMKM di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Adi Budiarso mengatakan program ini hadir untuk menjawab persoalan nyata yang dialami peternak dalam memperoleh pembiayaan.

“Kami mendapatkan laporan para peternak yang kerap menghadapi hambatan dalam mengakses pembiayaan formal akibat asimetri informasi berupa keterbatasan data yang valid, profil usaha yang tidak jelas, kapasitas produksi yang simpang siur, dan kondisi keuangan peternak yang belum terdokumentasikan dengan baik,” kata Adi.

Melalui Pusat Inovasi OJK Infinity bersama ILO, OJK kemudian membangun kolaborasi strategis dalam program PROMISE 2 IMPACT untuk mendorong pengembangan UMKM agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat.

ERP Jadi Jembatan Peternak dengan Industri Keuangan

Digitalisasi ekosistem sapi perah dalam program ini dibangun melalui dua fondasi utama, yaitu penguatan ekosistem usaha yang berkelanjutan dan pembangunan infrastruktur digital yang andal.

Adi menjelaskan, integrasi sistem ERP dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) menjadi langkah penting untuk menghubungkan peternak dengan layanan keuangan formal.

"Melalui data yang dihasilkan oleh sistem ERP ini, pemeringkat kredit alternatif dapat membangun profil kredit peternak dengan lebih objektif, akurat, dan inklusif. Bersama Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan, sistem ini menjadi jembatan yang menghubungkan peternak rakyat dengan ekosistem jasa keuangan formal secara lebih menyeluruh dan sesuai kebutuhan,” jelas Adi.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh menilai transformasi digital memiliki peran besar dalam meningkatkan produktivitas serta memperluas peluang ekonomi masyarakat.

“Digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, memperluas akses terhadap pembiayaan, memperkuat ketahanan usaha, dan menciptakan peluang kerja yang lebih baik. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana inovasi, kebijakan publik, dan kolaborasi multipihak dapat bekerja bersama untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” jelas Simrin.

Sementara itu, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN H.E. Olivier Zehnder menegaskan pentingnya penguatan pelaku usaha lokal dalam menciptakan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Swiss percaya bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan harus dimulai dari penguatan pelaku usaha lokal. Ketika peternak memiliki akses terhadap informasi, teknologi, dan layanan keuangan yang lebih baik, mereka memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berinvestasi, meningkatkan produktivitas, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah. Kami bangga dapat mendukung kemitraan yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Olivier.

Dorong Kesejahteraan Peternak dan Ketahanan Pangan

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa sektor sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Penguatan sektor sapi perah bukan hanya tentang meningkatkan produksi susu, tetapi juga tentang meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat koperasi, dan membangun ekonomi pedesaan yang lebih tangguh. Melalui digitalisasi dan perluasan akses keuangan, kita sedang membangun fondasi baru bagi pertumbuhan sektor peternakan yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing,” papar Adhy.

Program ini menandai keberhasilan pengembangan sistem ERP yang telah terintegrasi dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) pada tiga koperasi sapi perah prioritas di Jawa Timur, yaitu Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan (KPSP Setia Kawan), dan KPUD Tani Wilis.

Ketiga koperasi tersebut secara keseluruhan mencakup lebih dari 10.000 anggota koperasi.

Sebagai tindak lanjut, OJK menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung perluasan implementasi program di seluruh wilayah Jawa Timur.

Keberhasilan penerapan ERP pada tiga koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi model yang dikembangkan kembali pada berbagai sektor usaha dan daerah lain di Indonesia. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement