Breaking News
Memuat breaking news...

P3TGAI di Abdya Mulai Berbuah, Irigasi Kuta Bahagia Tuntas Aliri 42 Hektare Sawah

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 4.41 PM WIB
P3TGAI di Abdya Mulai Berbuah, Irigasi Kuta Bahagia Tuntas Aliri 42 Hektare Sawah
Tim Pelaksana Balai (TPB), mewakili PPK, melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan jaringan irigasi tersier Program P3TGAI, di Desa Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie, Abdya, Jumat (14/8).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Pembangunan jaringan irigasi tersier, melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai menunjukkan hasil nyata.

Di tengah progres pekerjaan sejumlah kelompok yang rata-rata telah mencapai sekitar 70 persen, jaringan irigasi tersier Kelompok P3A Tani Bahagia, Desa Kuta Bahagia, Kecamatan Blangpidie, telah rampung 100 persen.

Pekerjaan yang dilaksanakan melalui program Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I Aceh tersebut, kini memasuki tahapan pemeriksaan hasil pekerjaan oleh Tim Pelaksana Balai (TPB). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan memenuhi spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Ketua TPB, Tera Ferdana, bersama tim yang mewakili Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), turun langsung melakukan pemeriksaan, terhadap hasil pekerjaan jaringan irigasi tersier di Desa Kuta Bahagia, Jumat (14/8).

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Pekerjaan juga dinilai telah dilaksanakan sesuai spesifikasi. “Dari pemeriksaan yang kami lakukan, tidak ada kendala di lapangan. Secara umum pekerjaan sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” kata Tera Ferdana.

Menurutnya, secara keseluruhan progres pekerjaan P3TGAI di Abdya saat ini rata-rata telah mencapai sekitar 70 persen. Namun, Desa Kuta Bahagia menjadi salah satu lokasi yang progresnya paling menonjol, karena pekerjaan kelompok P3A Tani Bahagia telah mencapai 100 persen. “Untuk Kuta Bahagia, pekerjaannya sudah selesai seratus persen. Tinggal menunggu proses pencairan sesuai tahapan yang berlaku,” ujarnya.

Kepala Desa Kuta Bahagia, Yasar, menyambut baik selesainya pembangunan jaringan tersebut. Menurut dia, ukuran keberhasilan pembangunan irigasi, bukan hanya dilihat dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi dari kemampuan jaringan mengalirkan air secara efektif ke lahan pertanian masyarakat. “Yang paling penting bagi kami bukan sekadar bangunannya selesai. Setelah selesai, airnya harus benar-benar sampai ke sawah dan bisa dimanfaatkan petani,” kata Yasar.

Ia menilai, keberadaan jaringan tersier tersebut akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kepastian pasokan air untuk lahan pertanian.

“Kalau jaringan irigasi berfungsi dengan baik, petani lebih mudah mengatur kebutuhan air. Ini tentu sangat membantu produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan pada kondisi cuaca,” ujarnya.

Jaringan yang dibangun Kelompok P3A Tani Bahagia tersebut, memiliki cakupan layanan sekitar 42 hektare dan alirannya bahkan menjangkau hingga wilayah Desa Pawoh, Kecamatan Susoh.

Keujruen Blang Desa Kuta Bahagia, Hamdani, mengatakan, pembangunan jaringan tersier memberikan perubahan penting, dalam tata kelola distribusi air di tingkat usaha tani.

Menurut dia, jaringan yang lebih tertata, membuat pembagian air ke areal persawahan, dapat dilakukan secara lebih terukur, terutama ketika kebutuhan air meningkat secara bersamaan. “Dengan jaringan yang sudah diperbaiki dan dibangun seperti ini, pengaturan air menjadi lebih mudah. Kami sebagai keujruen juga lebih terbantu, dalam mengatur pembagian air, agar tidak ada bagian sawah yang kekurangan,” kata Hamdani.

Ia berharap, masyarakat petani ikut menjaga jaringan yang telah dibangun, karena keberlanjutan manfaat program sangat bergantung pada pemeliharaan, setelah pekerjaan selesai. “Ini fasilitas bersama. Kalau sudah dibangun dengan baik, masyarakat juga harus menjaga dan merawatnya. Jangan sampai baru selesai dibangun, kemudian rusak karena tidak dipelihara,” ujarnya.

Program P3TGAI merupakan salah satu intervensi pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, untuk meningkatkan tata guna air irigasi, sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat. Di Aceh, pelaksanaannya berada dalam lingkup Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I.

Program tersebut diarahkan pada pembangunan atau peningkatan jaringan irigasi tersier, yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan petani. Dalam pelaksanaannya, kelompok masyarakat melalui P3A menjadi bagian penting dalam pengerjaan di lapangan.

Sebelumnya, pembangunan jaringan irigasi tersier melalui P3TGAI di Abdya juga telah diberitakan Waspada.id, dengan sejumlah lokasi menjadi sasaran program untuk mendukung peningkatan layanan irigasi pertanian.

Kehadiran jaringan di Kuta Bahagia menjadi gambaran konkret bagaimana program tersebut diterjemahkan menjadi infrastruktur yang langsung menyentuh lahan produksi masyarakat.

Bagi Tera Ferdana, pemeriksaan lapangan tidak semata-mata memastikan pekerjaan telah selesai secara fisik. Pemeriksaan juga menjadi bagian penting, untuk memastikan hasil pekerjaan dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sesuai tujuan program. “Yang kami lihat bukan hanya selesai atau tidak selesai. Kami juga memastikan hasil pekerjaannya sesuai spesifikasi dan dapat berfungsi sebagaimana tujuan pembangunan jaringan irigasi tersebut,” katanya.

Dengan selesainya jaringan P3A Tani Bahagia, tantangan berikutnya adalah memastikan infrastruktur tersebut tetap berfungsi secara optimal dan mampu mengairi areal pertanian sekitar 42 hektare secara berkelanjutan.

Bagi petani, selesainya pekerjaan bukanlah akhir dari program. Justru, dari titik itulah manfaat pembangunan irigasi mulai diuji: seberapa jauh air dapat mengalir, sawah dapat terairi, dan produktivitas pertanian dapat ditingkatkan.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement