Breaking News
Memuat breaking news...

Pacu Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Kementerian Ekraf Gelar Workshop Desain Kemasan di Lhokseumawe

Redaksi
Redaksi
Kamis, 20 Agustus 2026 - 1.33 PM WIB
Pacu Pemulihan Ekonomi Pascabencana, Kementerian Ekraf Gelar Workshop Desain Kemasan di Lhokseumawe
Para pelaku ekonomi kreatif subsektor kriya, khususnya pengrajin sulam bordir dan anyaman, mengikuti Workshop Desain, Kamis (20/8). (Waspada.id/Zainuddin Abdullah)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Guna mendongkrak dan mempercepat pemulihan ekonomi kreatif pascabencana Aceh, Kementerian Ekraf melakukan peningkatan kapasitas pelaku usaha dengan menggelar Workshop Desain Kemasan di Aula Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe, Kamis (20/8).

Kegiatan ini menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas, fungsi, dan daya tarik kemasan produk, sekaligus mendukung pelaku usaha agar dapat kembali bangkit dan bersaing di pasar pascaterdampak banjir pada 2025.

Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, mengatakan kegiatan workshop diikuti pelaku ekonomi kreatif subsektor kriya, khususnya pengrajin sulam bordir dan anyaman yang terdampak banjir pada 2025.

Pemilihan subsektor ini mempertimbangkan potensi kriya sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif Kota Lhokseumawe yang dapat dikembangkan melalui penguatan desain, kemasan, dan branding. Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata turut berperan dalam mengidentifikasi potensi dan menjaring peserta sesuai kebutuhan program.

Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan, mengaku pihaknya siap berpacu dengan waktu untuk fokus pada pemulihan ekonomi rakyat pascabencana, Kamis (20/8). (Waspada.id/Zainuddin Abdullah)

Untuk memperkuat materi, Kementerian Ekraf menghadirkan narasumber dari Indonesia Design Development Center (IDDC), Kementerian Perdagangan, yang memberikan pengetahuan praktis mengenai pengembangan desain kemasan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya lintas kementerian untuk memperkuat kapasitas dan daya saing produk kreatif daerah.

Disebutkannya, kemasan dan branding dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah produk.

“Harapannya, peserta dapat memperoleh manfaat yang langsung diterapkan pada produk mereka. Dengan penguatan kemasan maupun branding, produk diharapkan memiliki nilai tambah, tampil lebih menarik, dan semakin siap bersaing di pasar,” ujarnya.

Megawati menjelaskan, kegiatan ini juga sekaligus melengkapi program pengembangan subsektor kriya yang dilakukan Kementerian Ekraf melalui Direktorat Kriya. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih berkelanjutan, mulai dari penguatan produk hingga pengembangan desain, kemasan, dan branding.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan kapasitas dan keberlanjutan usaha pelaku ekonomi kreatif, khususnya di wilayah terdampak bencana, sehingga produk kreatif lokal dapat kembali tumbuh dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.

Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, membuka kegiatan workshop tersebut secara resmi dan memberi dukungan penuh untuk kegiatan pemulihan ekonomi rakyat.

Dalam sambutannya, Husaini menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui pelaksanaan workshop yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Lhokseumawe.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti hanya pada workshop hari ini, tetapi dapat menjadi awal dari lahirnya produk-produk kreatif Kota Lhokseumawe yang semakin berkualitas, memiliki kemasan yang baik, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujar Husaini. (id72)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement