Pamer Kerja Nyata, Prabowo: Hampir 2.500 Jembatan Desa DibangunPamer Kerja Nyata, Prabowo: Hampir 2.500 Jembatan Desa Dibangun

JAKARTA (Waspada.id): Presiden Prabowo Subianto memamerkan sejumlah capaian pembangunan selama pemerintahannya. Salah satu yang disoroti adalah pembangunan hampir 2.500 jembatan di berbagai desa di Indonesia yang disebutnya telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku 10 Karya Nyata untuk Negeri Setengah Abad karya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Jumat (7/8/2026).
"Prestasi-prestasi kita riil, sekian ribu jembatan yang kita bangun, jembatan yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat teriak dan melalui teknologi, kita segera tangkap, kita segera tanggap, kita bereaksi," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Ia mengatakan pembangunan tersebut kini telah mendekati 2.500 jembatan yang tersebar di desa-desa di seluruh Indonesia.
"Dan hari ini kita sudah mendekati 2.500 jembatan di seluruh desa-desa di Indonesia, yang banyak tidak diingat oleh para elite Indonesia," sambungnya.
Dana Desa Jadi Penopang Infrastruktur
Prabowo juga menyinggung program dana desa yang telah berjalan selama satu dekade. Menurutnya, anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan di tingkat desa, termasuk infrastruktur jembatan.
"Dana desa sudah kita berikan, sudah berjalan 10 tahun, Rp 1 miliar satu desa dalam satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin rata-rata Rp 400 juta, Rp 700 juta, Rp 800 juta, yang besar mungkin Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar," ucapnya.
Menurut Prabowo, dengan dukungan dana desa, pemerintah desa sebenarnya memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar.
"Sesungguhnya semua desa dan pimpinan desa bisa memenuhi kebutuhan jembatan-jembatan itu. Tapi oke, kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini," tambah Prabowo.
Presiden Siap Turun Tangan
Prabowo menegaskan pemerintah pusat tidak akan tinggal diam apabila kebutuhan masyarakat di daerah tidak mampu ditangani oleh pemerintah setempat.
"Kalau gubernur, bupati, camat, atau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan Presiden turun tangan. Kita penuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat," tegasnya.
Selain pembangunan jembatan, Prabowo juga mengungkapkan pemerintah terus mempercepat perbaikan berbagai fasilitas publik, termasuk sekolah.
Menurutnya, puluhan ribu sekolah telah diperbaiki dan jumlah tersebut ditargetkan terus meningkat hingga mencapai 100 ribu unit.
"Jadi saya kira sangat banyak hasil perbaikan yang kita lakukan. Puluhan ribu sekolah sudah kita perbaiki. Akhir tahun ini mungkin lebih dari 70 ribu. Tahun depan target kita 100 ribu. Dan kita akan selesaikan dalam tiga tahun yang akan datang. Semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki," papar Prabowo.
Puskesmas Juga Jadi Sasaran Perbaikan
Tak hanya infrastruktur pendidikan, pemerintah juga akan menyasar fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Semua puskesmas di Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, akan kita perbaiki," lanjutnya.
Prabowo menilai berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama lintas kementerian serta kerja keras para pembantunya di pemerintahan.
"Ini akibat kerja sama yang baik, kerja keras yang baik, dan keberanian oleh hampir semua menteri. Saya lihat ada rasa percaya diri, orientasi kepada kebenaran, serta orientasi kepada rakyat. Kita akan bergerak lebih cepat lagi," tutupnya. (Lip6)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda