Panen Cabai di Beringin, Bupati Asri Ludin Tambunan Tampung Aspirasi Petani

BERINGIN (Waspada.id): Bupati Deliserdang dr. H. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo lakukan panen cabai merah dilahan Kelompok Sadar Tani, Dusun Kauman, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Selasa (15/9/26).
Usai panen, Bupati Asri Ludin Tambunan melakukan dialog dengan petani cabai guna menanyakan peningkatan perekonomian petani.
"Alhamdulillah, di masa kepemimpinan Bapak Bupati dan Pak Wakil Bupati, perekonomian kami semakin baik," kata para petani.
Ketika Asri Ludin menanyakan jumlah kelompok petani cabai di desa itu, Ketua Gapoktan Desa Sidodadi Rumania, Sugiarto menjelaskan, saat ini sudah ada 11 kelompok tani cabai, yang sebelumnya hanya 5 kelompok.
"Berkat motivasi Pak Bupati, saat ini di desa kami ada 11 kelompok petani cabai, " tutur Sugiarto.
Mendengar itu, Bupati menanyakan apakah kolompok tani tersebut memiliki uang kas?
"Uang kas kelompok tani tetap ada Pak, bahkan uang kas Kelompok Sadar Tani sudah mencapai Rp. 130 juta," jelas Mul, salah seorang petani.
Pada dialog itu yang diwarnai makan bersama itu, Asri Ludin Tambunan menampung langsung berbagai usulan dari para petani, termasuk kebutuhan alat mesin pertanian yang muaranya meningkatkan produksi cabai.
"Alat mesin pertanian apa yang dibutuhkan sampaikan saja, agar nanti kita bantu," sebut Asri Ludin.

Bupati Asri Ludin Tambunan menambahkan, dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian sangar penting untuk menjaga produktivitas, sekaligus mempertahankan stabilitas komoditas dan ketahanan pangan daerah.
“Pemerintah pada prinsipnya pasti akan support, sepanjang itu untuk kebutuhan petani memaksimalkan hasilnya. Sehingga tetap menjaga stabilitas komoditas, dan menjaga penyangga pangan, " kata Asri Ludin.
Selain sektor produksi, tambahnya, pemerintah juga mulai menggunakan indikator ekonomi dan inklusi keuangan untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat, termasuk petani.
Wabup Lom Lom Suwondo menambahkan, salah satu indikator yang akan diperhatikan adalah meningkatnya tingkat tabungan masyarakat. Indikator lainnya yakni semakin luasnya penggunaan layanan perbankan, termasuk transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Intinya, tingkat ekonomi masyarakat dan petani akan dihitung dengan salah satu indikator meningkatnya tingkat tabungan. Yang kedua, penggunaan QRIS dan instrumen-instrumen lainnya yang berkaitan dengan perbankan,” sebutnya Lom Lom kepada wartawan.
Dalam kesempatan itu, pembahasan juga menyinggung program Si Padi yang telah diluncurkan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan teknologi dan sistem terintegrasi dalam mendukung sektor pertanian.
Terkait melonjaknya harga cabai merah, salah satu strategi yang disiapkan Pemkab Deliserdang adalah mendatangkan pasokan cabai dari sejumlah daerah lain melalui kerja sama antar daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menambah pasokan, sekaligus menekan harga cabai di pasaran.
“Dengan harga seperti ini, kami akan mengambil cabai dari beberapa daerah lain untuk menstabilkan harga di pasar,” timpal Asri Ludin kembali
Sementara Kepala Dinas Perindutrian dan Perdagangan, Esron T. Girsang menyebutkan, Pemkab Deliserdang memiliki sejumlah instrumen untuk melakukan intervensi terhadap harga komoditas yang bergejolak. Instrumen pertama adalah, operasi pasar yang didukung kerja sama antardaerah.Instrumen kedua adalah mengoptimalkan Toko Pengendali Inflasi ((TOPIS).
“Kalau operasi pasar kita, ada kerja sama antardaerah. Itu yang kita gunakan untuk intervensi pasar terhadap bahan cabai
Selain operasi pasar, juga mengoptimalkan TOPIS yang tersebar di enam titik," ungkap Esron.
Dia menambahkan, TOPIS menyediakan sejumlah komoditas yang dinilai berkontribusi terhadap inflasi dengan harga yang telah diintervensi pemerintah, sehingga berada di bawah harga pasar.
“Masyarakat bebas membeli di sana, cuma kita batasi satu kilogram per keluarga,” jelasnya.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok ketika harga komoditas mengalami kenaikan. Dengan adanya intervensi pasokan dan harga, sebutnya, pemerintah berharap harga secara bertahap kembali stabil.
TOPIS juga tidak hanya menyasar konsumen, tetapi ditempatkan di sejumlah pasar dengan melibatkan pedagang secara langsung. Keterlibatan pedagang menjadi bagian dari sistem pengendalian inflasi yang dibangun pemerintah daerah.
“Ada pedagang yang kami libatkan dalam proses penekanan inflasi ini. Jadi ada sistem bertingkat di kabupaten ini sekarang untuk penanganan inflasi,” ujarnya.(id.28)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda