Panen Lele di Sidadi II, Gus Irawan Perkuat Program Seribu Kolam untuk Dongkrak Ekonomi Rakyat


TAPSEL (Waspada.id): Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, menegaskan komitmennya memperkuat Program Seribu Kolam guna mewujudkan swasembada ikan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri panen ikan lele Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Simbur Magodang di Desa Sidadi II, Kecamatan Batang Angkola, Rabu (14/10/2026).
Gus Irawan mengatakan bahwa potensi perikanan Tapsel masih terbuka luas dan harus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dari produksi daerah sendiri. Saat ini, produksi ikan Tapsel meningkat dari sekitar 7.500 ton menjadi 8.700 ton per tahun. Namun, kebutuhan ikan masyarakat diperkirakan mencapai 15.000 ton per tahun sehingga masih terdapat peluang pasar yang besar bagi pembudidaya lokal.
“Program Seribu Kolam merupakan upaya mewujudkan swasembada ikan. Pasarnya masih terbuka luas. Karena itu, program ini harus terus berjalan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tegas Gus Irawan.

Ia berharap hasil budi daya ikan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, rumah makan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program tersebut terlihat dari perkembangan usaha Pokdakan Simbur Magodang yang diketuai Rahman Tahir. Menurut Rahman, kelompoknya menerima bantuan 15.000 benih lele pada 23 Juli 2026. Dari penebaran tersebut, hasil panen sebelumnya mencapai sekitar 560 kilogram, ditambah panen pada kegiatan itu sebanyak sekitar 200 kilogram. Sementara itu, sisa ikan diperkirakan mencapai 150 kilogram. Dengan demikian, total produksi mendekati satu ton, meski belum mencapai target awal 1,3 ton akibat kendala cuaca dan dugaan penyakit ikan.
Rahman mengungkapkan bahwa sejak adanya Program Seribu Kolam, usaha budi dayanya berkembang dari dua kolam menjadi delapan kolam. Setelah menekuni usaha tersebut selama enam tahun, ia mulai merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar dalam dua tahun terakhir. Bahkan, hasil panen sebelumnya memungkinkan kelompok membeli kembali sekitar 10.000 benih ikan untuk melanjutkan produksi secara mandiri. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah yang membantu menopang kebutuhan keluarganya, meski usaha tersebut pernah terdampak banjir bandang sebanyak dua kali.
Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Syaiful AP Nasution, menjelaskan bahwa pengembangan Program Seribu Kolam terus dilakukan melalui optimalisasi kolam dan pembangunan kolam bundar. Pada 2026, sebanyak 110 kolam dioptimalkan dan sekitar 40 kolam bundar dikembangkan. Dengan capaian sebelumnya, jumlah kolam yang terdata telah melampaui 1.100 unit. Ia menambahkan bahwa pembudidaya juga didorong menggunakan pakan alternatif untuk menekan biaya produksi, mengingat harga pakan pabrikan masih menjadi tantangan.
Di sisi lain, Gus Irawan menegaskan bahwa pengembangan sektor produktif seperti perikanan harus tetap menjadi prioritas di tengah keterbatasan anggaran daerah dan kebutuhan pemulihan pascabencana. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, transfer pemerintah pusat ke Tapsel diperkirakan kembali berkurang sekitar Rp115 miliar pada tahun depan. Karena itu, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna memperjuangkan dukungan bagi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Pembangunan tidak harus selalu berupa infrastruktur fisik. Bantuan benih, pengembangan budi daya, dan dukungan bagi masyarakat untuk meningkatkan produksi juga merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sidadi II, Panyahatan Hasibuan, mengapresiasi keberlanjutan Program Seribu Kolam dan berharap semakin banyak warga memperoleh manfaatnya. Ia juga mengusulkan pembangunan jalan usaha tani di sepanjang aliran Sungai Sidadi untuk mempermudah akses dan pengangkutan hasil produksi.
Menanggapi hal tersebut, Gus Irawan meminta agar usulan masyarakat diinventarisasi sesuai dengan prioritas dan kemampuan keuangan daerah. Kegiatan panen turut dihadiri jajaran Kecamatan Batang Angkola, pemerintah desa, Dinas Perikanan, penyuluh perikanan, tokoh masyarakat, serta pengurus dan anggota Pokdakan Simbur Magodang. (id45)
Berita Terkait
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda