Pang Kade: Kader Penggerak Harus Siap Jadi Pemimpin Masa Depan Aceh

MEUREUDU (Waspada.id): Sekretaris Partai Aceh (PA) Pidie Jaya sekaligus Ketua DPRK Pidie Jaya, A Kadir Jailani (Pang Kade), mendorong kader penggerak untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan Aceh dengan memahami sejarah dan mampu menjawab tantangan zaman.
Hal itu disampaikan Pang Kade saat memberikan materi dalam Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh di Aula Kantor Partai Aceh Pidie Jaya, Selasa (15/9).
Di hadapan puluhan peserta, Pang Kade mengajak generasi muda melihat kembali perjalanan panjang Aceh, mulai dari masa perjuangan, konflik, hingga lahirnya perdamaian dan berbagai perubahan yang terjadi setelahnya.
Menurutnya, memahami sejarah tidak sekadar mengingat peristiwa masa lalu, tetapi menjadi bekal bagi generasi muda untuk memahami kondisi Aceh saat ini dan menentukan peran yang dapat dilakukan ke depan.
“Aceh telah melewati masa konflik yang panjang. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat Aceh hingga memasuki era perdamaian,” ujar Pang Kade.
Ia mengatakan, perdamaian telah membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam kehidupan politik, sosial, pemerintahan dan pembangunan.
Namun, Pang Kade mengingatkan bahwa perdamaian bukanlah akhir dari perjuangan. Tantangan yang dihadapi Aceh saat ini telah berubah sehingga generasi muda perlu menyesuaikan bentuk perjuangan dengan kebutuhan zaman.
“Generasi muda, khususnya kader penggerak, harus dipersiapkan menjadi leader. Bukan hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu mengambil peran dan membawa perubahan di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Pang Kade, kader penggerak harus memiliki kemampuan kepemimpinan, keberanian tampil di tengah masyarakat serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menilai, perjuangan generasi muda saat ini tidak lagi berada dalam situasi seperti masa konflik. Perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, pembangunan, pengabdian, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial dan politik.
“Perjuangan hari ini adalah bagaimana kita mengisi perdamaian, membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Pang Kade berharap peserta pelatihan tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti kegiatan, tetapi mampu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian tersebut di lingkungan masing-masing.
Untuk diketahui, Pelatihan Kader Penggerak Nanggroe Japakeh berlangsung selama dua hari, 15–16 September 2026, di Aula Kantor Partai Aceh Pidie Jaya.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembekalan bagi pemuda untuk memperkuat kapasitas, kepemimpinan dan peran mereka sebagai bagian dari generasi yang diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan Aceh.(Nas)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda