Paripurna Laporan Reses VI, Warga Dapil 1-5 Keluhkan Banjir, Jalan Rusak, LPJU dan Bansos Tidak Merata


MEDAN (Waspada.id): DPRD Kota Medan menggelar Rapat Paripurna penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 Anggota DPRD Kota Medan Tahun 2026 dari Daerah Pemilihan (Dapil) I hingga V, Senin (31/8).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen bersama Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra. Hadir Wali Kota Medan Rico Waas, Wakil Wali Kota Medan Zakyuddin Harahap, Pj Sekda Kota Medan, pimpinan OPD, serta anggota DPRD Kota Medan.
Dalam pembukaan rapat disampaikan, laporan hasil reses merupakan kewajiban setiap anggota DPRD sebagaimana diatur dalam Pasal 112 Ayat 5 Peraturan DPRD Kota Medan Nomor 1 Tahun 2026 tentang perubahan atas Peraturan DPRD Kota Medan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Tertib DPRD. Laporan hasil pelaksanaan reses kepada pimpinan DPRD melalui rapat paripurna sedikitnya memuat waktu dan tempat kegiatan reses, tanggapan, aspirasi dan pengaduan masyarakat, serta dokumentasi peserta dan kegiatan pendukung.
Pada rapat tersebut, perwakilan Dapil I,
Dr. Dra. Lily, M.B.A., M.H, menyampaikan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat antara lain dampak kondisi ekonomi, dinamika sosial, kebutuhan infrastruktur, penanganan banjir, penyalahgunaan narkoba, pemerataan bantuan sosial, pelayanan publik hingga program OPD yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
"Warga Jalan Kelambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, meminta penanganan pinggiran sungai yang terus mengalami pengikisan setiap kali banjir. Warga berharap dilakukan pembangunan penahan atau penguatan tebing sungai guna mencegah longsor. Selain itu warga juga meminta pembangunan drainase serta pengaspalan jalan di kawasan tersebut," ucapnya.
Sementara laporan Dapil II disampaikan Anggota DPRD Kota Medan, Syaiful Bahri, mengungkapkan perbaikan infrastruktur, penyediaan lapangan kerja, ketepatan sasaran bantuan sosial hingga penanganan narkoba dan tawuran.
Pada sektor infrastruktur, masyarakat meminta perbaikan dan pengerasan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan. Selain itu, persoalan drainase dan banjir turut menjadi perhatian. Masyarakat meminta normalisasi saluran air di kawasan Paya Pasir menuju TPA Terjun sepanjang kurang lebih satu kilometer serta perbaikan sejumlah drainase di Medan Marelan dan Medan Labuhan.
Di bidang sosial, masyarakat mengusulkan pendataan ulang data kesejahteraan dan desil penerima bantuan sosial. Masih terdapat warga miskin dan lansia yang dinilai layak menerima bantuan, namun belum pernah memperoleh Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan sosial lainnya.
Penyediaan lapangan kerja juga menjadi perhatian serius warga Dapil II. Masyarakat meminta pemerintah menyediakan lebih banyak kesempatan kerja, terutama bagi generasi muda dan lulusan SMA. Warga menilai tingginya pengangguran berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, seperti tawuran, pencurian kendaraan bermotor hingga penyalahgunaan narkoba.
Di bidang keamanan, warga meminta peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran narkoba, khususnya di kawasan Sei Mati dan sekitarnya. Masyarakat juga meminta perhatian serius terhadap aksi tawuran yang masih sering terjadi di Kecamatan Medan Belawan.
Laporan Dapil III disampaikan Datuk Iskandar Muda, mengungkapkan keluhan masyarakat terhadap tingginya nominal Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dalam bidang perhubungan, masyarakat meminta Pemko menertibkan kendaraan truk kontainer yang melintas di sejumlah kawasan Kecamatan Medan Deli karena dinilai menyebabkan kerusakan jalan.
Warga juga mengusulkan penambahan dan perbaikan penerangan jalan umum di sejumlah kawasan yang masih minim fasilitas lampu jalan.
Laporan Dapil IV disampaikan Agus Setiawan, yang juga melaporkan persoalan banjir akibat buruknya drainase, kerusakan jalan, kualitas pengerjaan infrastruktur hingga minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU). Sedangkan laporan Reses Dapil V disampaikan Rommy Van Boy, meminta perbaikan dan pengaspalan jalan serta pembangunan, pengerukan dan normalisasi drainase. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan peningkatan akses air bersih. Sejumlah warga meminta pemasangan jaringan pipa air berkapasitas besar.
Tegur OPD
Sementara Wali Kota Medan, Rico Waas meminta seluruh OPD Kota Medan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui hasil reses anggota DPRD Kota Medan. Bahkan, sejumlah aspirasi yang dinilai dapat dikerjakan tanpa menunggu proses penganggaran diminta langsung direalisasikan dalam pekan ini atau paling lambat pekan depan.
“Kami melihat banyak sekali laporan-laporan yang sejatinya cepat. Ada yang memang bisa dilaksanakan, mungkin tidak perlu menunggu waktu. Bahkan bisa pada minggu ini juga bisa dilaksanakan,” tegasnya.
Wali Kota meminta Sekda segera mengumpulkan OPD terkait setelah rapat paripurna untuk memilah aspirasi yang dapat dikerjakan cepat. Ia juga meminta aspirasi yang telah ditindaklanjuti diinformasikan kepada anggota DPRD yang melaksanakan reses.
Ia juga menyoroti ketidakhadiran jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam rapat tersebut. Padahal, menurutnya, laporan hasil reses banyak memuat persoalan pohon yang membutuhkan perawatan dan pemangkasan.
“Kadis dan kabid-kabidnya kenapa tidak datang hari ini? Banyak sekali catatan tentang permasalahan pohon yang harus dibenahi,” katanya.
Wali Kota juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengawal seluruh hasil reses agar tidak berhenti sebagai laporan.
Ia mendukung adanya sistem yang memungkinkan aspirasi masyarakat dilacak perkembangannya, mulai dari usulan hingga tindak lanjut.
“Dikawal dengan baik ataupun dibuat sistem bagaimana aspirasi itu bisa dikawal, bisa di-tracking. Itu baik sekali,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya keluhan bahwa komunikasi dengan Wali Kota justru lebih mudah dibandingkan menghubungi sejumlah kepala OPD maupun kepala bidang.
“Saya rasa ini perlu jadi evaluasi. Pak Sekda, tolong ini menjadi perhatian. Berikanlah komunikasi yang terbaik agar nantinya kerja-kerja kita semakin baik. Kita evaluasi bersama. Kerja kita semakin cepat. Masyarakat butuh respons cepat kita,” pungkasnya. (m31)
Teks
Rapat Paripurna penyampaian Laporan Pelaksanaan Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 Anggota DPRD Kota Medan Tahun 2026 dari Daerah Pemilihan (Dapil) I hingga V, Senin (31/8). Waspada/Yuni Naibaho



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda