Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Pasar Baru Panyabungan Kerap Tergenang Air, Pedagang dan Pembeli Keluhkan Drainase Mati

Redaksi
Redaksi
Selasa, 3 November 2026 - 11.36 AM WIB
Pasar Baru Panyabungan Kerap Tergenang Air, Pedagang dan Pembeli Keluhkan Drainase Mati
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

PANYABUNGAN (Waspada.id): Ratusan pedagang dan pembeli di Pasar Baru Panyabungan mengeluhkan kondisi lokasi pasar yang kerap tergenang air hujan akibat drainase tidak berfungsi optimal. Padahal pasar tersebut belum lama diresmikan, sementara pihak Dinas PUPR Mandailing Natal hingga Selasa (3/11) belum memberikan tanggapan resmi alias bungkam.

Pembeli Nursiah Nasution kepada Waspada.id menyatakan bahwa saat musim hujan, area pasar sayur menjadi berlumpur dan tergenang. Ketika hujan reda, lokasi justru berdebu dan mengeluarkan bau busuk. Ia mempertanyakan pengawasan proyek saat pembangunan Pasar Baru tersebut.

"Seharusnya DPRD, Inspektorat Madina dan BPKP Sumut mengawasi dengan baik, jangan asal terima saja. Padahal pasar ini belum lama diresmikan oleh Bupati Madina, tetapi jalan dan drainase sudah rusak," ujar Nursiah Selasa di lokasi pasar.

Pasar Baru Panyabungan Kerap Tergenang Air, Pedagang dan Pembeli Keluhkan Drainase Mati

Ia menegaskan tidak menuduh siapa‑siapa, namun kondisi yang terjadi membuat masyarakat bertanya‑tanya mengenai kualitas pekerjaan proyek tersebut.

Keluhan serupa disampaikan pedagang sayur di Pasar Baru. Ia berharap Komisi II DPRD dan Bupati Madina segera turun tangan, karena lokasi yang berlumpur dan tergenang membuat pembeli enggan datang sehingga dagangan sulit laku.

"Tolonglah Pak Wartawan, tolonglah Pak Komisi II DPRD dan Pak Bupati. Kalau begini terus kapan dagangan kami laku," keluh pedagang tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Madina Zulham yang dikonfirmasi Waspada.id membenarkan jalan keliling Pasar Baru memang tergenang air. Ia menyampaikan bahwa Plt. Kadis PUPR, Kabid Tata Ruang PUPR serta jajaran Dinas Perdagangan telah meninjau lokasi kemarin.

Pasar Baru Panyabungan Kerap Tergenang Air, Pedagang dan Pembeli Keluhkan Drainase Mati

"Informasinya ada dana P‑APBD Tahun 2026 dialokasikan untuk membangun drainase. Untuk jalan mungkin belum. Mengenai jumlah biaya lebih baik dikonfirmasi kepada Kabid Tata Ruang atau Plt. Kadis PUPR Madina," ujar Zulham.

Namun hingga pukul 11.00 WIB Selasa, Kabid Tata Ruang sekaligus Kadis PUPR Madina Abdul Rahim Siregar yang dikonfirmasi lewat WhatsApp maupun melalui Plt. Kadis Kominfo Madina Parlin Lubis belum memberikan jawaban.

Kondisi drainase yang tidak berfungsi membuat aktivitas perdagangan di Pasar Baru terganggu. Pedagang dan pembeli berharap pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan agar pasar kembali nyaman dan layak digunakan.(id100)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement