Pasar Baru Panyabungan Tergenang Air, Pedagang Menjerit di Tengah Target PAD Rp5 Miliar


PANYABUNGAN (Waspada.id): Kondisi Pasar Baru Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal memprihatinkan. Jalan utama di kompleks pasar tergenang air dan berlumpur sehingga aktivitas perdagangan terganggu. Ironisnya, Dinas Perdagangan Madina mencatat target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar sebesar Rp5 miliar per tahun, padahal realisasi hingga Selasa (3/11) baru mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Pantauan Waspada.id di lokasi menunjukkan genangan air hampir menutupi badan jalan pasar. Sejumlah becak bermotor dan sepeda motor terlihat kesulitan melintas. Pedagang sayur Marga Nasution mengeluh pembeli enggan masuk ke pasar akibat kondisi jalan yang buruk.
"Jalan saja tergenang begini, mana ada pembeli mau masuk. Sayur kami tidak laku," keluh Marga Nasution saat ditemui di lokasi.
Pedagang mempertanyakan logika pengejaran target PAD. Menurut mereka, retribusi seharusnya diimbangi perbaikan fasilitas dasar seperti drainase, pengerasan jalan, serta kebersihan pasar. Tanpa perbaikan, dagangan sulit laku sehingga kemampuan membayar retribusi pun terhambat.
Kepala Dinas Perdagangan Madina Zulham mengonfirmasi bahwa target retribusi pasar di Mandailing Natal mencapai Rp5 miliar per tahun, termasuk dari Pasar Baru Panyabungan. Namun ia mengakui realisasi hingga 3 November 2026 baru sekitar Rp1,3 miliar.
"Itukan targetnya. Kita tetap berusaha sesuai petunjuk pimpinan, tetapi melihat persentase yang diperoleh saat ini sangat tidak mungkin tercapai," ujar Zulham kepada Waspada.id lewat seluler Selasa.
Ia menjelaskan bahwa sebelum ia menjabat sebagai Kadis Perdagangan, realisasi retribusi mencapai sekitar Rp700 juta, sedangkan sejak ia menjabat beberapa bulan terakhir terealisasi sekitar Rp600 juta. Selain itu, terdapat tunggakan retribusi selama dua tahun.
"Kami sedang mengajukan penurunan target PAD kepada Bapenda Madina mengingat kondisi saat ini," tuturnya.
Keluhan pedagang semakin tajam karena Pasar Baru yang diharapkan menjadi pusat perdagangan justru kumuh dan tergenang air. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya mengejar retribusi, tetapi juga segera memperbaiki drainase dan jalan agar pasar kembali layak beroperasi.(id100)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda