Breaking News
Memuat breaking news...

Pasar Kamu Gelar Tradisi Mandi Nujuh Bulanan kepada Pengunjung

Redaksi
Redaksi
Minggu, 30 Agustus 2026 - 1.46 PM WIB
Pasar Kamu Gelar Tradisi Mandi Nujuh Bulanan kepada Pengunjung
Wisata Kuliner Pasar Kamu melakukan tradisi Jawa Mandi Nujuh Bulanan melalui sebuah kegiatan budaya, Minggu (30/8/26).(Waspada.id/Idris Lubis)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

PANTAI LABU (Waspada.id): Wisata Kuliner Pasar Kamu di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu, melestarikan tradisi Jawa Mandi Nujuh Bulanan melalui sebuah kegiatan budaya, Minggu (30/8/26).

Tradisi Mandi Nujuh Bulanan dilakukan pasangan Wahyu dan Rama. Kegiatan itu mendapat perhatian dari para pengunjung Pasar Kamu yang antusias menyaksikan rangkaian prosesi tradisi kehamilan tujuh bulan tersebut.

Pengelola Pasar Kamu, H. Dedi Sofyan, mengatakan kegiatan itu digelar sebagai upaya melestarikan tradisi, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para pengunjung Pasar Kamu.

“Pada hari ini Pasar Kamu mengadakan event Mandi Nujuh Bulanan yang merupakan bagian dari tradisi Jawa. Kebetulan ada pedagang kami yang hamil tujuh bulan, jadi kami laksanakan sekaligus melestarikan dan memberi edukasi kepada pengunjung tentang budaya Jawa Mandi Nujuh Bulanan,” kata Dedi.

Dikatakannya, kegiatan tersebut secara rutin dilaksanakan ketika terdapat pasangan atau pedagang di Pasar Kamu yang sedang menjalani kehamilan tujuh bulan.

“Tujuannya untuk melestarikan tradisi salah satu suku yang ada di Indonesia, khususnya di tempat kami. Semoga kegiatan ini menambah semangat kita untuk melestarikan budaya serta dapat memberi edukasi kepada pengunjung,” sebutnya.

Mandi Nujuh Bulanan merupakan tradisi yang dilakukan ketika seorang perempuan menjalani kehamilan pertama dan memasuki usia tujuh bulan. Dalam pelaksanaannya, terdapat berbagai makanan dan minuman yang menjadi bagian dari rangkaian tradisi.

Sejumlah hidangan yang disiapkan antara lain rujak tujuh bulan, bubur nasi berwarna merah dan putih, nasi among-among, cendol, serta kelapa muda yang kulitnya dihias atau dilukis dengan gambar tokoh pewayangan.

Kelima jenis makanan dan minuman tersebut juga menjadi bagian dari menu yang dijual di Pasar Kamu. Dengan demikian, menu yang tersedia tidak hanya berupa makanan tradisional, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan berbagai tradisi yang berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Pasar Kamu tidak hanya menjadi tempat wisata kuliner, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan dan mempertahankan tradisi budaya kepada masyarakat dan generasi muda.(id.28/Idris Lubis)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement