Pasar Kripto Bergairah, Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun


JAKARTA (Waspada.id): Pasar aset kripto mulai kembali bergairah pada Agustus 2026. Penguatan harga Bitcoin dan sejumlah aset digital utama ikut mendorong lonjakan aktivitas perdagangan, dengan nilai transaksi di Indodax menembus Rp8,7 triliun.
Angka tersebut meningkat sekitar 16 persen dibandingkan transaksi pada Juli 2026 yang tercatat Rp7,5 triliun. Kenaikan ini menjadi sinyal bahwa minat investor terhadap aset kripto kembali menguat setelah pasar cenderung bergerak landai pada bulan sebelumnya.
Penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin naik 24,36 persen dalam sebulan. Ethereum bahkan menguat 32,01 persen, XRP naik 28,22 persen, Solana melonjak 41,33 persen, sementara Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 61,53 persen.
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan, peningkatan volume transaksi tersebut mencerminkan mulai pulihnya aktivitas investor di pasar kripto.
"Peningkatan volume transaksi di Agustus menunjukkan aktivitas pasar mulai kembali menguat. Momentum Bitcoin ikut mendorong perhatian investor, sementara bertambahnya jumlah investor menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto masih terjaga," katanya dikutip dari Republika, Kamis (3/9).
Secara nasional, geliat pasar kripto juga tercermin dari besarnya nilai transaksi. Pada Juli 2026, transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun dengan jumlah konsumen aset keuangan digital mencapai 22,93 juta di seluruh Indonesia.
Besarnya basis pengguna tersebut menjadi modal penting bagi pasar aset digital, terutama ketika harga sejumlah aset kripto kembali memasuki fase penguatan.
Menurut Aloysia, peningkatan sentimen investor mulai menyebar ke berbagai aset kripto dan tidak lagi hanya terkonsentrasi pada Bitcoin.
“Bitcoin masih memiliki peran besar dalam membentuk sentimen dan aktivitas pasar. Ketika aktivitas Bitcoin meningkat, perhatian terhadap aset kripto lainnya juga dapat ikut menguat. Namun, setiap aset memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda,” ujar Aloysia.
Geliat perdagangan sepanjang Agustus juga berlangsung di tengah membaiknya sentimen pasar global. Meski demikian, pasar kripto masih menghadapi sejumlah faktor eksternal, terutama perkembangan likuiditas dan arah kebijakan moneter global.
“Membaiknya sentimen global ikut mendorong aktivitas pasar, tetapi kondisi tersebut tetap dapat berubah seiring perkembangan kebijakan makroekonomi global dan likuiditas," katanya.
Aloysia mengingatkan investor agar tidak terlena dengan kenaikan aktivitas maupun harga aset kripto. Menurutnya, peningkatan transaksi tetap perlu disikapi secara terukur dengan memperhatikan kondisi pasar dan strategi investasi masing-masing.
Pergerakan harga dalam jangka pendek, lanjutnya, sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi aset kripto. (Rep)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda