Breaking News
Memuat breaking news...

Pasar Modal Bergejolak, BNI dan BTN Kaji Buyback Saham

Redaksi
Redaksi
Rabu, 21 Oktober 2026 - 9.10 AM WIB
Pasar Modal Bergejolak, BNI dan BTN Kaji Buyback Saham
Foto ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Gejolak pasar modal domestik mendorong PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencermati opsi pembelian kembali saham atau buyback. Kedua bank pelat merah tersebut mempertimbangkan langkah korporasi ini dengan tetap memperhatikan kondisi pasar, kecukupan modal, serta kepentingan pemegang saham.

BNI bahkan membuka peluang memperpanjang periode pelaksanaan buyback yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 26 Oktober 2026. Meski demikian, perseroan menegaskan bahwa perpanjangan tersebut masih sebatas opsi yang sedang dicermati dan belum menjadi keputusan resmi.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, perseroan menjalankan aksi korporasi secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan kondisi internal perusahaan.

"Langkah ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental dan prospek bisnis BNI yang tetap kuat. Pelaksanaan buyback dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kecukupan permodalan perseroan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik," ujar Okki dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Rabu (21/10/2026).

BNI sebelumnya telah menyampaikan rencana buyback melalui keterbukaan informasi pada Juli 2026. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung hingga 26 Oktober 2026.

Di tengah dinamika pasar modal, BNI terus mencermati perkembangan kondisi perdagangan saham, termasuk kemungkinan memperpanjang periode pembelian kembali saham. Perseroan juga memastikan setiap keputusan akan mempertimbangkan kebutuhan pengembangan bisnis dan kepentingan pemegang saham dalam jangka panjang.

Aset BNI Tumbuh 24,8 Persen

Di tengah rencana tersebut, kinerja bisnis BNI hingga Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan. Perseroan mencatatkan total aset Rp1.434,1 triliun atau meningkat 24,8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Penyaluran kredit mencapai Rp977,2 triliun, tumbuh 27,1 persen YoY. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 29,4 persen YoY menjadi Rp1.124,7 triliun.

Dari sisi pendapatan, BNI membukukan pendapatan bunga bersih Rp28,9 triliun atau naik 14,3 persen YoY. Adapun laba bersih tercatat Rp14,33 triliun, meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Okki menegaskan, perseroan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, disiplin bisnis, dan orientasi jangka panjang dalam setiap aksi korporasi.

"BNI senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis perseroan," kata Okki.

BTN Ikut Kaji Pembelian Kembali Saham

Langkah serupa juga tengah dipertimbangkan BTN. Bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan tersebut mengkaji opsi buyback di tengah perkembangan pasar modal domestik.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan perseroan terus memantau kondisi pasar dan mengevaluasi berbagai opsi strategis untuk mendukung kepentingan perusahaan dalam jangka panjang.

"Termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback," ujar Nixon dalam siaran pers di Jakarta, dikutip Rabu.

Nixon menjelaskan, kajian tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kondisi keuangan dan kecukupan modal hingga kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis serta ketentuan regulator yang berlaku.

Dia menyebut, buyback menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji, termasuk kemungkinan pemanfaatan saham hasil pembelian kembali untuk peruntukan tertentu sesuai kebutuhan perseroan.

"Tentunya, setiap keputusan akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kecukupan modal, serta kepentingan seluruh pemegang saham," kata Nixon.

BTN bukan kali pertama mempertimbangkan langkah tersebut. Pada 2020, ketika pasar modal menghadapi tekanan akibat pandemi Covid-19, perseroan pernah menyiapkan dana Rp275 miliar untuk rencana buyback saham melalui pasar sekunder.

BTN Tetap Fokus pada Pembiayaan Perumahan

Meski mengkaji opsi pembelian kembali saham, BTN menegaskan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Perseroan juga terus mengoptimalkan peluang bisnis pembiayaan perumahan sejalan dengan dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah.

Selain memperkuat bisnis inti tersebut, BTN melanjutkan transformasi menuju beyond mortgage atau pengembangan bisnis di luar pembiayaan perumahan. Strategi ini diarahkan untuk memperluas kapabilitas serta layanan perseroan.

"Fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas," ucapnya.

Rencana BNI dan BTN mengkaji buyback menunjukkan bahwa kedua bank pelat merah tersebut mempertimbangkan berbagai opsi korporasi di tengah dinamika pasar saham. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada evaluasi kondisi keuangan, kecukupan modal, ketentuan regulator, serta kepentingan seluruh pemegang saham. (Rep)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement