Breaking News
Memuat breaking news...

Pascabencana di Humbahas, Tahun Ini 47 Unit Huntap Dibangun

Redaksi
Redaksi
Selasa, 8 September 2026 - 11.12 PM WIB
Pascabencana di Humbahas, Tahun Ini 47 Unit Huntap Dibangun
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

DOLOKSANGGUL (Waspada.id): Sebanyak 47 unit hunian tetap (huntap) akan dibangun di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada 2026 bagi masyarakat terdampak bencana.

Rencana pembangunan tersebut terungkap dalam rapat koordinasi pembahasan bantuan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak pascabencana di wilayah Sumatera, Selasa (8/9/2026). Rapat diikuti Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan bersama dinas terkait secara daring dari Kantor Bupati Humbahas, Bukit Inspirasi, Doloksanggul.

Rapat dipandu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti, serta berbagai lintas sektor lainnya.

Rapat tersebut membahas berbagai hal terkait rencana dan dukungan bantuan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.

Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian pascabencana yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Humbahas.

Menurutnya, pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan pascabencana.

Sementara itu, Kepala Dinas PKP Humbahas Anggiat Simanullang menjelaskan, terdapat dua lokasi pembangunan hunian tetap di Kabupaten Humbahas. Pertama, di Desa Sampetua, Kecamatan Onan Ganjang, sebanyak 30 unit. Kedua, di Desa Pulo Godang, Kecamatan Pakkat, sebanyak 17 unit.

“Dan tahun ini, hunian tetap akan dibangun. Saat ini sedang proses lelang,” jelasnya. [***]

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement