Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Pascabencana, Jafar Ajak Masyarakat Batangtoru Perkuat Persaudaraan dan Gotong Royong

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10.51 PM WIB
Pascabencana, Jafar Ajak Masyarakat Batangtoru Perkuat Persaudaraan dan Gotong Royong
Wakil Bupati Tapsel Jafar Syahbuddin Ritonga ajak masyarakat Batangtoru perkuat persaudaraan pascabencana. (Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BATANGTORU (Waspada.id): Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Jafar Syahbuddin Ritonga, mengajak masyarakat Kecamatan Batangtoru memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda daerah itu pada November 2025.

Menurutnya, kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting agar Tapsel pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Ajakan tersebut disampaikan Jafar saat menghadiri Tabligh Akbar menghadirkan Ustaz Muhammad Fikri Haykal MZ, putra almarhum KH Zainuddin MZ, di Lapangan PTPN IV Regional I Kebun Batangtoru, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang digagas PT Agincourt Resources (PTAR) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) itu diikuti ribuan jamaah dari Batangtoru, Muara Batangtoru dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Jafar menyampaikan apresiasi kepada PTAR yang dinilainya menjadi salah satu mitra strategis pemerintah daerah, terutama ketika Tapsel menghadapi masa sulit akibat bencana. Ia mencontohkan kolaborasi pembukaan kembali akses jalan Sipirok-Batangtoru yang sempat terputus. Melalui kerja sama pemerintah daerah, perusahaan dan berbagai pihak, penanganan dilakukan dari dua arah hingga konektivitas masyarakat kembali terbuka. "Tanpa dukungan dan kolaborasi para mitra, mungkin pemerintah daerah sudah mengangkat bendera putih menghadapi beratnya tantangan saat itu," ungkapnya.

Jafar menegaskan, pengalaman menghadapi bencana menjadi pelajaran bahwa pemulihan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

Karena itu, ia mengajak TNI-Polri, perusahaan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan seluruh lapisan masyarakat memperkuat gerakan "Sinergi Tapsel Bangkit". Pemulihan, katanya, bukan hanya menyangkut pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemulihan ekonomi, kehidupan sosial dan kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga terdampak, petani serta pelaku UMKM.

Pascabencana, Jafar Ajak Masyarakat Batangtoru Perkuat Persaudaraan dan Gotong Royong

Ia juga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Tapsel yang sebelum bencana berada di kisaran 5,7 persen sempat tertekan menjadi sekitar 2,7 persen. Namun, berdasarkan data terakhir BPS yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi telah kembali mencapai sekitar 5,4 persen. Meski menunjukkan tren positif, pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi kembali melampaui capaian sebelum bencana. Jafar juga mengapresiasi dukungan PTAR di bidang pendidikan melalui beasiswa, kesehatan dengan menghadirkan tiga dokter spesialis untuk mendukung Puskesmas Batangtoru, serta pemberdayaan UMKM.

Sementara itu, Direktur Operasional PTAR, Rahmat Lubis, menyebutkan Tabligh Akbar merupakan bagian dari program PPM perusahaan yang direncanakan menjadi agenda tahunan di Batangtoru. Selain kegiatan keagamaan, perusahaan mengalokasikan miliaran rupiah setiap tahun untuk beasiswa pelajar mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi, mendukung pelayanan kesehatan dan mengembangkan UMKM. Rahmat juga menyebut sekitar 2.500 tenaga kerja dari Batangtoru dan daerah sekitarnya saat ini bekerja dalam proyek perusahaan. Ia mengakui operasional PTAR sempat terhenti hampir setengah tahun pascabencana November 2025 dan kini kembali berjalan, meskipun belum sepenuhnya normal.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Fikri Haykal MZ mengajak jamaah meneladani Rasulullah SAW dalam mencintai umat, menjalani kehidupan sederhana dan membangun kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga harus saling membutuhkan, menolong dan menjaga persaudaraan. Bahkan, hal sederhana seperti memberikan senyuman merupakan bagian dari kebaikan dalam membangun hubungan antarsesama. Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.

Tabligh Akbar itu diharapkan menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial, bukan sekadar kegiatan seremonial. Turut hadir unsur Forkopimda yang diwakili Wakapolres Tapsel dan perwakilan Dandim, Asisten II, Kepala Dinas Sosial, unsur Kecamatan Batangtoru, manajemen PTAR dan PTPN IV Regional I Kebun Batangtoru serta Kebun Hapesong, anggota DPRD Tapsel, MUI Batangtoru dan Muara Batangtoru, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi kemasyarakatan serta ribuan jamaah. (Id45)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement