Breaking News
Memuat breaking news...

Pascasarjana UIN Syahada Bekali Mahasiswa Manfaatkan AI secara Kritis dan Berintegritas dalam Penelitian

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 Oktober 2026 - 8.32 PM WIB
Pascasarjana UIN Syahada Bekali Mahasiswa Manfaatkan AI secara Kritis dan Berintegritas dalam Penelitian
Wakil Direktur Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Lelya Hilda, M.Si.; Ketua Prodi Magister Ekonomi Syariah, Dr. Utari Evy Cahyani; dan narasumber, Dr. Dia Purnamasari, M.E., berfoto bersama peserta lokakarya, Sabtu (17/10/2026). Waspada.id/Ist.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan memberikan edukasi kepada mahasiswa pascasarjana tentang strategi memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam penelitian ilmiah secara kritis dan berintegritas melalui lokakarya pemanfaatan AI, Sabtu (17/10/2026).

Lokakarya bertajuk “Pemanfaatan AI dalam Penelitian Ekonomi Syariah yang Inovatif, Beretika, dan Berintegritas” ini dibuka Wakil Direktur Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Lelya Hilda, M.Si., serta menghadirkan Dr. Dia Purnamasari, M.E., sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah Pascasarjana (S-2) UIN Syahada tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam memanfaatkan AI untuk mendukung penyusunan karya ilmiah yang inovatif, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Lelya Hilda, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya memahami perkembangan teknologi yang menuntut dunia pendidikan untuk mampu beradaptasi tanpa mengabaikan kemampuan berpikir kritis dan nilai-nilai moral.

Sebagai gambaran tentang pentingnya menyelaraskan perkembangan zaman dan dunia pendidikan, Dr. Lelya Hilda mengutip pesan pendidikan yang populer dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib, yakni, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu.”

Menurutnya, pesan tersebut relevan dengan tantangan pendidikan di era digital. Mahasiswa perlu menguasai teknologi, termasuk AI, tetapi tidak boleh menyerahkan seluruh proses berpikir dan penilaian akademik kepada mesin.

“Jangan sampai kita yang dikendalikan oleh AI. Sebaliknya, kitalah yang harus mampu mengendalikan dan memanfaatkan AI secara bijak,” tegasnya.

Dr. Lelya Hilda mengingatkan bahwa AI semestinya menjadi alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan daya pikir kritis, kreativitas, dan kemandirian intelektual. Tanggung jawab terhadap isi dan kebenaran karya ilmiah tetap berada di tangan peneliti.

Pascasarjana UIN Syahada Bekali Mahasiswa Manfaatkan AI secara Kritis dan Berintegritas dalam Penelitian

Narasumber lokakarya, Dr. Dia Purnamasari, M.E., menjelaskan penggunaan AI dalam penulisan karya ilmiah, Sabtu (17/10/2026). Waspada.id/Ist.

Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas

Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan, Dr. Utari Evy Cahyani, menegaskan bahwa pemanfaatan AI secara tepat dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas penelitian mahasiswa.

Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu mengembangkan ide penelitian, menelusuri literatur ilmiah, mengidentifikasi kesenjangan penelitian (research gap), hingga menyusun artikel ilmiah secara lebih sistematis.

Namun, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi.

“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan AI secara strategis, sekaligus memeriksa keakuratan informasi, memastikan validitas referensi, dan menjaga orisinalitas tulisan,” ucapnya.

Dr. Utari Evy Cahyani menegaskan bahwa lokakarya tersebut merupakan sarana untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan penelitian yang lebih baik sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang relevan, berkualitas, dan berpeluang dipublikasikan di jurnal ilmiah bereputasi.

Dr. Dia Purnamasari, M.E., sebagai narasumber utama, dalam paparannya menjelaskan panduan praktis penggunaan AI dalam penulisan karya ilmiah, khususnya penyusunan bagian introduction atau pendahuluan artikel ilmiah.

Dalam penjelasannya, narasumber menguraikan teknik menyusun prompt atau instruksi yang jelas, terarah, dan sistematis agar AI dapat membantu membangun alur argumentasi, merumuskan permasalahan, serta mengidentifikasi research gap.

Narasumber juga membagikan sejumlah contoh prompt yang dapat diterapkan dalam proses penulisan karya ilmiah. Dengan panduan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menggunakan AI secara lebih terstruktur, mulai dari pengembangan gagasan hingga penyusunan kerangka argumentasi penelitian.

Meski demikian, Dr. Dia Purnamasari menekankan bahwa hasil yang diberikan AI tidak boleh diterima begitu saja. Peneliti tetap harus memverifikasi informasi, menelusuri sumber referensi asli, menguji ketepatan argumentasi, dan memastikan setiap pernyataan memiliki dasar ilmiah yang jelas.

“AI memang dapat mempercepat proses penelitian. Namun, kedalaman analisis, ketepatan metodologi, kreativitas, dan integritas tetap menjadi penentu kualitas karya ilmiah,” tegasnya.

Pascasarjana UIN Syahada Bekali Mahasiswa Manfaatkan AI secara Kritis dan Berintegritas dalam Penelitian

Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan serius mengikuti lokakarya pemanfaatan AI dalam penelitian, Sabtu (17/10/2026). Waspada.id/Ist.

Integritas Tetap Menjadi Fondasi

Dalam konteks penelitian ekonomi syariah, pemanfaatan AI juga perlu sejalan dengan nilai-nilai Islam, terutama kejujuran (ṣidq), amanah, tanggung jawab, dan kemaslahatan.

Prinsip tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi harus diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat, bukan sekadar mempercepat penyelesaian tugas akademik.

Melalui lokakarya ini, Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Syahada Padangsidimpuan menegaskan komitmennya dalam memperkuat kompetensi penelitian mahasiswa sekaligus membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya terampil menggunakan AI, tetapi juga mampu menilai keterbatasannya, mempertahankan orisinalitas gagasan, serta bertanggung jawab atas setiap hasil penelitian yang dihasilkan. (id46)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement