Breaking News
Memuat breaking news...

Pasien Keluhkan Pelayanan, Manajemen Klinik Djohan Tebingtinggi Janji Evaluasi dan Tindak Tegas

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 5.57 PM WIB
Pasien Keluhkan Pelayanan, Manajemen Klinik Djohan Tebingtinggi Janji Evaluasi dan Tindak Tegas
Klinik Djohan Tebingtinggi, Selasa (11/8/2026). Waspada.id/dok Irlan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TEBINGTINGGI (Waspada.id): Seorang warga asal Serdang Bedagai, Irlan Jaya Situmorang, melayangkan keluhan atas pelayanan yang diterimanya saat membawa anak perempuannya yang berusia enam tahun berobat ke Klinik Djohan, Jalan Kapten F Tandean, Kota Tebingtinggi, Senin (10/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

Irlan bersama istrinya, Kurnia Ningsih Saragih, merasa keberatan ketika seorang petugas klinik meletakkan termometer di atas meja dan meminta orang tua yang memeriksa sendiri suhu tubuh anaknya yang sedang demam tinggi.

"Kami datang ke sini untuk berobat dan mempercayakan penanganan kepada tenaga medis. Kalau kami yang periksa sendiri, untuk apa datang ke sini, bisa saja di rumah," ujar Irlan kepada Waspada.id, Selasa (11/8).

Ia juga menambahkan, saat mempertanyakan hal tersebut, petugas tersebut justru mengambil ponsel dan merekamnya sambil menyampaikan ucapan yang dinilai kurang pantas.

"Saya butuh tanda bukti," dan "Jangan cari alasan di sini," demikian perkataan petugas yang ditirukan Irlan.

Ia berharap pelayanan dan komunikasi dari tenaga kesehatan dapat ditingkatkan, mengingat sikap yang baik juga menjadi bagian dari penyembuhan pasien.

Klarifikasi Manajemen Klinik Djohan

Menanggapi keluhan tersebut, pihak manajemen melalui dr. Junica Handayani memberikan klarifikasi resmi pada Selasa (11/8) sore.

Pihak klinik menegaskan bahwa sesuai SOP, pemeriksaan tanda-tanda vital termasuk suhu tubuh wajib dilakukan langsung oleh tenaga kesehatan. Tindakan meminta orang tua memeriksa sendiri tidak sesuai ketentuan.

Terkait perekaman menggunakan ponsel, manajemen menyatakan tidak membenarkan hal tersebut tanpa persetujuan semua pihak, karena melanggar aturan privasi dan etika medis.

"Kami sangat menyesalkan jika terdapat komunikasi yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi keluarga pasien," tegas dr. Junica.

Pihak klinik berjanji akan memanggil dan memeriksa petugas yang bertugas saat itu. Apabila terbukti melanggar SOP maupun etika pelayanan, akan dikenakan sanksi mulai dari Surat Peringatan hingga pemberhentian sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.(bs)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement