Breaking News
Memuat breaking news...

Pasokan Energi Global Terhambat, Pemerintah Percepat Diversifikasi Energi

Redaksi
Redaksi
Minggu, 10 Mei 2026 - 8.00 AM WIB
Pasokan Energi Global Terhambat, Pemerintah Percepat Diversifikasi Energi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan ketidakpastian kondisi energi global saat ini mendorong pemerintah mempercepat langkah diversifikasi energi nasional.

Menurut Bahlil, gangguan rantai pasok energi dunia dapat memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi suatu negara. Karena itu, Indonesia harus memiliki sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.

"Kondisi energi global saat ini sedang tidak menentu. Kita harus lakukan diversifikasi energi, agar ketika satu sumber energi sulit didapat, kita masih punya sumber energi yang lain. Beruntung Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif selain fosil, yang juga berperan strategis pada upaya ketahanan energi," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, dilansir dari okezone, Minggu (10/5/2026).

Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah menyiapkan tiga agenda utama diversifikasi energi. Langkah tersebut meliputi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt, peningkatan mandatori biodiesel hingga 50 persen, serta percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Bahlil menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi alternatif karena kaya sumber daya energi baru dan terbarukan di luar energi fosil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga mengingatkan negara-negara ASEAN agar bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan energi global yang bisa berlangsung dalam jangka panjang.

Menurut Prabowo, ketahanan energi kawasan tidak bisa dibangun secara reaktif, melainkan harus dipersiapkan sejak dini melalui strategi yang jelas dan berorientasi jangka panjang.

Presiden juga mengajak negara-negara ASEAN mempercepat transisi menuju energi alternatif dan energi terbarukan guna mengantisipasi ketidakpastian global.

"Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan," lanjut Presiden. (okz)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement