Pastikan Kebutuhan Pengungsi Banjir Terlayani, Asri Ludin Tambunan: Bronjong di Desa Mabar Langsung Dibangun


BANGUN PURBA (Waspada.id): Bupati Deliserdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, memastikan pembangunan bronjong di tepi Sungai Buaya, Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, mulai dikerjakan, Selasa (3/11/26). Pembangunan bronjong ini guna memperkuat struktur tanah yang didominasi bebatuan, dan mencegah longsor susulan yang mengancam 11 rumah warga di kawasan tersebut.
“Besok bronjong langsung kita kerjakan. Kita perkuat tebing sungai agar struktur tanah lebih kokoh dan tidak kembali longsor mengancam rumah warga,” Bupati Asri Ludin Tambunan
saat meninjau lokasi longsor tersebut, usai dari Galang guna memastikan kebutuhan warga terdampak erosi Sungai Ular , Senin (2/11/26).

Sebelumnya, kawasan tersebut telah mendapat penanganan bronjong dari BWSS II Sumatera. Pembangunan kembali dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur tanah sebagai upaya memperkuat tebing sungai.
“Pengerjaannya nanti juga akan melibatkan warga sekitar dengan tetap mengedepankan keamanan agar proses kerja bisa berjalan cepat dan lancar,” ucapnya.
Dampak longsor juga meruntuhkan akses jalan menuju SD Negeri 105399 Kulasar. Kondisi ini turut menjadi perhatian dalam penanganan infrastruktur di Desa Mabar agar akses masyarakat, termasuk menuju fasilitas pendidikan, dapat kembali digunakan.
Selain itu, perbaikan jalan warga sepanjang tiga kilometer juga dimasukkan dalam anggaran tahun 2027. Warga mengusulkan agar jalan tersebut dibangun dengan konstruksi rigid beton, sehingga lebih kuat dan menunjang aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, kebutuhan warga di tenda pengungsian dipastikan terpenuhi. Bantuan sembako, selimut, air minum, dan kebutuhan dasar lainnya disalurkan kepada pengungsi.
“Kebutuhan warga di pengungsian kita penuhi. Sembako, selimut, air minum, dan kebutuhan lainnya tersedia. Dapur bersama dan posko kesehatan juga standby. Saya harap warga bisa bersabar menanti perbaikan yang akan dilakukan,” tandas Asri Ludin.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 38 orang dari 11 kepala keluarga (KK) Desa Mabar, terdampak banjir pada Rabu (28/10/26) sekira pukul 23.30 WIB. Bahkan, hingga Minggu (1/11/26), warga masih bertahan di tenda pengsian.
Pasalnya, warga masih trauma dan takut banjir susulan melanda rumah mereka. Padahal, rumah warga yang berlumpur akibat terdampak banjir telah dibersihkan secara gotongroyong.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 31 rumah dan 1 masjid di Kecamatan Bangun Purba terdampak banjir.
Akibat bencana banjir tersebut, warga langsung mengungsi ketempat yang lebih aman. Rumah yang terdampak banjir berada di Dusun VII Desa Mabar sebanyak 14 unit, dan 1 masjid, kemudian di Dusun VIII Desa Mabar sebanyak 17 unit. Meski terdapat tanah longsor, tapi tidak mengenai rumah warga. Namun, 11 rumah yang berada di pinggir Sungai Buaya, terancam longsor karena erosi akibat meluapnya Sungai Buaya.(id28)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda