PBAK STIT Hasyim Asy’ari Tekankan Disiplin, Kebersamaan, dan Leadership


P.SIDIMPUAN (Waspada.id): Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan memberikan edukasi kepada mahasiswa baru tentang pentingnya disiplin, kebersamaan, dan leadership melalui Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027.
PBAK yang digelar selama dua hari, 9–10 Oktober 2026, dengan tema "Tumbuh dengan Inovasi, Bergerak dengan Sinergi, Berdampak untuk Negeri" dibuka dan ditutup Ketua STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan, Muhammad Donal Pasaribu, M.Pd.
Dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru tentang budaya akademik, jiwa kepemimpinan (leadership), hingga akhlak mahasiswa, panitia PBAK STIT Hasyim Asy’ari menghadirkan Kadir Pandapotan Siregar, M.Ag. (akademisi/Wakil Ketua PW Ansor Sumut), Kiai H. Abdul Karim Nasution (ulama Tabagsel), H. R. Ranto Siregar, M.Si. (Kabag Kesra Kabupaten Tapanuli Selatan/tokoh NU), dan Yeni Elviza (Ketua LPM) sebagai pemateri.
Mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan yang berasal dari berbagai daerah, seperti Sibolga, Langga Payung, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, dan Padang Lawas, terlihat serius mengikuti PBAK tersebut.
Selain memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru, pada hari kedua PBAK, Sabtu (10/10/2026), Ketua STIT Hasyim Asy’ari, Muhammad Donal Pasaribu, M.Pd., Ketua Yayasan, Rahmad Hidayat Siregar, M.M., serta mahasiswa baru dan seluruh sivitas akademika STIT Hasyim Asy’ari berziarah ke makam orang tua Ketua Yayasan, Hajjah Cholidjah Harahap.

Pemateri memberikan edukasi dan pemahaman kepada peserta PBAK STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan. Waspada.id/Mohot Lubis.
Ketua STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan, Muhammad Donal Pasaribu, M.Pd., saat membuka PBAK di Gedung STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan, Jumat (9/10/2026), menegaskan bahwa menjadi mahasiswa yang baik atau tidak merupakan pilihan yang ditentukan oleh kesungguhan masing-masing dalam menjalani proses pendidikan.
Menurutnya, banyak generasi muda bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi tidak semuanya memiliki kesempatan dan kemampuan untuk mewujudkannya. Karena itu, mahasiswa yang telah memperoleh kesempatan kuliah harus mensyukurinya dengan belajar sungguh-sungguh.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan di perguruan tinggi tidak datang secara instan, melainkan membutuhkan kedisiplinan, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar. Mahasiswa juga harus menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Muhammad Donal memberikan gambaran bahwa untuk mencapai kesuksesan, mahasiswa harus melalui proses dan siap menghadapi tantangan. "Mahasiswa yang tidak mau berproses, yakinlah tidak akan berhasil," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip hadis yang bermakna bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Pesan itu menjadi pengingat agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
Ketua Yayasan STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan, Rahmad Hidayat Siregar, M.M., dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa baru agar memahami bahwa setiap tahapan dan administrasi perkuliahan merupakan bagian dari proses pendidikan yang harus dijalani dengan tertib.
Sebagai institusi yang terus berkembang, kampus membutuhkan proses bertahap untuk mewujudkan visi, misi, dan cita-cita lembaga. Karena itu, mahasiswa diharapkan ikut berkontribusi melalui disiplin, semangat belajar, dan kebersamaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman latar belakang mahasiswa, termasuk perbedaan agama. Sikap saling menghormati dan menghargai harus menjadi dasar dalam membangun kehidupan kampus yang harmonis.

Tokoh ulama Tabagsel, Kiai H. Abdul Karim Nasution, didampingi Ketua STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan, Muhammad Donal Pasaribu, M.Pd., memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru STIT Hasyim Asy’ari. Waspada.id/ist.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) STIT Hasyim Asy’ari Padangsidimpuan, Rizki Fauji Siregar, turut mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di ruang kuliah.
Menurutnya, pengalaman belajar di perguruan tinggi perlu dilengkapi dengan keterlibatan dalam organisasi karena organisasi menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan, membangun karakter, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta belajar bekerja sama.
Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kemampuan diri. Sebab, proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi dan interaksi sosial.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rizki Fauji juga memandu pengucapan sumpah mahasiswa sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan tanggung jawab akademik dan kemahasiswaan.
Ketua panitia, Drajat Simamora, turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan PBAK tersebut. Ia berharap mahasiswa baru tidak sekadar menjadi peserta didik yang mengejar kelulusan, tetapi juga menjadi generasi muda yang disiplin, mampu beradaptasi, menghargai perbedaan, serta memiliki keberanian untuk berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat dan negeri.
Kegiatan pembekalan mahasiswa tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dan pengelola program studi STIT Hasyim Asy’ari yang turut memberikan penguatan kepada mahasiswa baru, yakni Mesra Khairani, S.Pd., M.Psi. (Kaprodi PIAUD); Mirna Wanti Ritonga (Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama); Kimlansyah Ramadhan Siregar, M.Pd. (Wakil Ketua I Bidang Akademik); Nurzakiah Simangunsong (Kaprodi PGMI); serta Gongma Sari Siagian, M.Pd. (Sekretaris Prodi PGMI). (id46)
Berita Terkait




















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda