Breaking News
Memuat breaking news...

PBSI: Kondisi Psikologis Penyebab Kegagalan Tim Piala Thomas

Redaksi
Redaksi
Jumat, 8 Mei 2026 - 5.04 PM WIB
PBSI: Kondisi Psikologis Penyebab Kegagalan Tim Piala Thomas
Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat (kedua dari kiri) dan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian (kedua dari kanan) menghadiri konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Antara
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, mengatakan kegagalan Indonesia lolos dari fase grup Piala Thomas 2026 salah satunya terjadi karena kondisi psikologis atlet yang kurang baik.

"Atlet menyampaikan ada ketegangan di lapangan yang sulit diatasi," ujar Eng Hian pada konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat (8/5).

Dia mencontohkan, pebulutangkis tunggal putra Alwi Farhan yang detak jantungnya sempat mencapai 200 denyut per menit (bpm) karena hal tersebut.

"Itu faktor manusia yang tidak bisa diukur pakai angka," kata Eng Hian

Eng Hian mengatakan bahwa tekanan terhadap atlet menjadi faktor utama hasil minor yang diraih Indonesia di Piala Thomas 2026.

"Faktor utamanya adalah tekanan terhadap atlet. Keinginan mereka begitu tinggi dan berpikir bisa mengalahkan Thailand yang bisa menang lawan Prancis tapi dari keinginan itu pemain tidak bisa mengontrol emosinya," tutur Eng Hian.

Di Piala Thomas 2026, Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair.

Di grup tersebut, Fajar Alfian dan kawan-kawan bisa mengunci kemenangan atas Aljazair (5-0) dan Thailand (3-2).

Namun satu kemenangan krusial untuk bisa menyegel satu tiket ke babak gugur tidak dapat diraih oleh Indonesia setelah mengakui ketangguhan Prancis (1-4).

Hasil itu sekaligus mencoreng jejak Indonesia di Piala Thomas karena untuk pertama kalinya dalam sejarah gagal melaju ke babak gugur. (id08/ant)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement