PDSKJI Sumut Gelar Seminar Parenting for Mental Wellbeing, Sambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026

MEDAN (Waspada.id): Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumatera Utara menyelenggarakan Seminar Awam Kesehatan Jiwa di Aula RS Prof. dr. CPL USU, Medan, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to World Mental Health Day 2026 dengan mengangkat tema “Parenting for Mental Wellbeing”. Seminar ini mengajak masyarakat memahami pentingnya kesehatan mental dalam pengasuhan, khususnya dalam menghadapi tekanan, kecemasan, dinamika digital, serta berbagai tantangan dalam hubungan orang tua dan anak.
Sekitar 150 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan pertanyaan yang disampaikan sepanjang acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia HKJS 2026, dr. Alfi Syahri Rangkuti, M.Ked(KJ), Sp.KJ(K), Wakil Direktur RSUP Prof. Dr. Chairuddin Panusunan Lubis USU, Prof. Dr. dr. Mustafa M. Amin, M.Sc., M.Ked., Sp.K.J., Subsp.B.P.(K), serta Ketua PDSKJI Cabang Sumatera Utara, Dr. dr. Vita Camellia, M.Ked, Sp.KJ(K).
Selanjutnya, peserta mendapatkan empat materi utama yang membahas berbagai aspek kesehatan mental dalam pengasuhan.
Melalui materi “Connected Not Controlled”, dr. Wijaya Taufik Tjii, M.Ked(KJ), Sp.KJ, Subsp.Psi.M(K), mengajak orang tua membangun hubungan yang sehat dengan anak di era digital. Penggunaan gawai tidak hanya perlu dilihat dari durasinya, tetapi juga dari apa yang diakses anak, alasan penggunaannya, serta dampaknya terhadap tidur, sekolah, suasana hati, dan hubungan sosial.
Materi “Berani Jatuh Mampu Bangkit” yang disampaikan dr. Syaifuddin Nasution, M.Ked(KJ), Sp.KJ, menekankan pentingnya membangun ketangguhan anak dengan memberikan ruang untuk menghadapi kegagalan dan kekecewaan, sambil tetap mendapatkan dukungan dari orang tua.
Selanjutnya, melalui materi “Happy Parents Happy Kids”, dr. Nanda Sari Nuralita, M.Ked(KJ), Sp.KJ, menyoroti pentingnya kesehatan mental orang tua. Orang tua tidak harus selalu sempurna, tetapi perlu mampu mengenali emosi, merawat diri, dan membangun kembali hubungan dengan anak setelah terjadi konflik.
Sementara itu, materi “Breaking the Cycle” yang disampaikan dr. Dessy Mawar Zalia, M.Ked(KJ), Sp.KJ, Subsp.P.K(K), mengajak orang tua mengenali pola pengasuhan yang terbentuk dari pengalaman masa lalu dan berpotensi berulang.
Dengan memberi jeda sebelum bereaksi, mengenali pemicu, serta memilih respons yang tegas tanpa merendahkan anak, pola pengasuhan yang kurang sehat dapat perlahan diubah.
Keempat materi tersebut memiliki benang merah bahwa pengasuhan yang sehat membutuhkan batas yang jelas, komunikasi terbuka, kemampuan mengelola emosi, serta hubungan yang aman antara orang tua dan anak.
Sesi diskusi kemudian memberikan ruang bagi peserta untuk membahas berbagai persoalan nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab, menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap edukasi kesehatan jiwa yang praktis, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan keluarga.
Selain seminar, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi TrackerMood sebagai sarana pemantauan suasana perasaan secara mandiri. Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali perubahan kondisi emosional dari waktu ke waktu sekaligus meningkatkan kesadaran untuk mencari bantuan profesional ketika keluhan menetap atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to World Mental Health Day 2026 yang akan dilanjutkan pada 4 Oktober 2026 dan mencapai acara puncak pada 11 Oktober 2026 di Lapangan Stadion Kebun Bunga, Medan.
Pada rangkaian berikutnya, PDSKJI Cabang Sumatera Utara akan berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, UPTD RSJ Prof. Ildrem, dan UTD Mata. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak swasta dan mitra lainnya, di antaranya Lions Club Medan dan Edu Global School.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan jiwa dan meningkatkan keterlibatan masyarakat.
Melalui rangkaian Road to World Mental Health Day 2026, PDSKJI Cabang Sumatera Utara menargetkan kegiatan edukasi dan promosi kesehatan jiwa menjadi bagian dari program kerja tahunan organisasi. Upaya tersebut sekaligus untuk mendukung pengurangan stigma terhadap masalah kesehatan mental dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan jiwa.
Dukungan dari instansi pemerintah, organisasi, pihak swasta, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pesan bahwa kesehatan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan.
Antusiasme masyarakat dalam seminar menjadi gambaran bahwa isu kesehatan mental, khususnya pengasuhan, mendapat perhatian yang besar. Melalui kegiatan yang berkelanjutan dan kolaboratif, PDSKJI Cabang Sumatera Utara berharap masyarakat semakin terbuka untuk membicarakan kesehatan mental, memahami kebutuhan psikologis dalam keluarga, serta tidak ragu mencari pertolongan ketika menghadapi masalah kesehatan jiwa.(wsp.id)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda