Breaking News
Memuat breaking news...

Peaceful Muharam 1448 H Resmi Diluncurkan, Kemenag Siapkan 16 Program Kemaslahatan Umat

Redaksi
Redaksi
Kamis, 11 Juni 2026 - 4.17 PM WIB
Peaceful Muharam 1448 H Resmi Diluncurkan, Kemenag Siapkan 16 Program Kemaslahatan Umat
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad .(wsp/dian)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama meluncurkan 16 program Peaceful Muharam 1448 H sebagai upaya memperkuat kemaslahatan umat melalui pendekatan spiritual, sosial, kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Peluncuran rangkaian program tersebut dilakukan dalam kegiatan Bimas Islam Talks: Peaceful Muharam 1448 H – Public Expose Kolaborasi Lembaga Filantropi Islam di Aula Utama Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad menegaskan bahwa Peaceful Muharam tidak sekadar menjadi agenda seremonial peringatan Tahun Baru Islam, melainkan gerakan bersama yang dirancang untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Peaceful Muharam harus menjadi ruang untuk menebar maslahat dan menguatkan umat. Karena itu, seluruh program yang disiapkan diarahkan agar memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.

Menurutnya, tema Menebar Maslahat, Menguatkan Umat dipilih untuk menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang menghadirkan kedamaian, kepedulian, dan pemberdayaan. Berbagai kegiatan yang disiapkan menyasar beragam kelompok masyarakat, mulai dari generasi muda, keluarga, penyandang disabilitas hingga komunitas masjid.

Sebanyak 16 program telah disiapkan dalam rangkaian Peaceful Muharam 1448 H. Program tersebut meliputi Bimas Islam Talks, Peringatan Tahun Baru Islam, Muharaman Bersama Gen Z, 100.000 Khataman Al-Qur'an dan Doa Bersama untuk Bangsa, CFD Peaceful Muharam, Lebaran Yatim dan Disabilitas, Nikah Fest dan Islamic Wedding Expo, CFD SIGAP Mas, Festival Muharam Internasional, Indonesia Berkiblat, MILFEST 1448 H, RECONNECT, Gerakan Bersih-Bersih Masjid, Gerakan Nasional Hijrah dari Israf dan Tabdzir, Halal Goes to Campus, serta kolaborasi penyelenggaraan Halal Brands and Food Expo.

Abu mengatakan seluruh program tersebut disusun untuk membangun masyarakat yang damai, peduli, dan berdaya, sekaligus memperkuat peran agama dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Agama harus hadir dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk ritual, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap persoalan kemanusiaan, lingkungan, keluarga, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu kekuatan utama Peaceful Muharam terletak pada keterlibatan penyuluh agama yang tersebar di berbagai daerah. Para penyuluh diharapkan dapat menjadi agen informasi, agen pembangunan, sekaligus agen perubahan sosial yang menjembatani program-program keagamaan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Abu, penyuluh agama memiliki posisi strategis karena mendampingi masyarakat dalam berbagai fase kehidupan, mulai dari pembinaan keluarga, edukasi keagamaan, penguatan harmoni sosial, hingga pemberdayaan komunitas. Peran tersebut sejalan dengan komitmen Ditjen Bimas Islam untuk menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, rangkaian Peaceful Muharam juga memberi perhatian pada isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti penguatan ketahanan keluarga, literasi keagamaan, kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas, pengembangan ekonomi umat, serta gerakan peduli lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, rangkaian Peaceful Muharam 1448 H diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat wajah agama yang menghadirkan kedamaian, memperluas kemanfaatan sosial, dan memperkokoh persaudaraan kebangsaan,” tandasnya.

Abu optimistis kolaborasi dengan berbagai lembaga filantropi Islam dan mitra strategis akan memperluas jangkauan program sekaligus menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan dihadiri Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah Amir, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ahmad Zayadi, Direktur Penerangan Agama Islam Muchlis M. Hanafi, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghafur, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, perwakilan media, lembaga filantropi Islam, pengelola zakat dan wakaf, serta mitra strategis Ditjen Bimas Islam.

Hadir pula mitra strategis, lembaga filantropi Islam, pengelola masjid, serta berbagai unsur masyarakat seperti Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Wildhan Dewayana serta Direktur Eksekutif BSI Maslahat Sukoriyanto Saputro. (id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement