Breaking News
Memuat breaking news...

Pedagang Menjerit, Jalan Becek di Pajak Terpadu Kutacane Dikeluhkan

Redaksi
Redaksi
Kamis, 22 Oktober 2026 - 3.37 PM WIB
Pedagang Menjerit, Jalan Becek di Pajak Terpadu Kutacane Dikeluhkan
Ruas jalan di dalam kompleks Pajak Terpadu Kutacane berlubang, tergenang air hujan, dan becek hingga kondisinya memprihatinkan. Waspada.id/Seh Muhammad Amin.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Di balik ramainya Pajak Terpadu Kutacane yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara, tersimpan keluh kesah para pedagang kecil. Ruas jalan di dalam kompleks pasar kini berlubang, tergenang air hujan, dan becek hingga kondisinya memprihatinkan.

Kondisi itu dikeluhkan sejumlah pedagang kaki lima saat ditemui Waspada.id di lokasi, Kamis (22/10).

Menurut mereka, genangan air dan lumpur tidak hanya mengganggu pandangan mata, tetapi juga menghambat pembeli yang datang. Para pengunjung pun harus memilih-milih pijakan agar tidak terpeleset.

"Kami sangat terganggu dengan jalan becek ini. Namun, mau bagaimana lagi, suara kami belum tentu didengar," ujar Pit, salah seorang pedagang, yang diamini rekannya, Makira, dan pedagang lainnya.

Mereka berharap dinas terkait dapat melakukan perbaikan darurat dengan menimbun jalan yang rusak agar tidak lagi becek.

"Kalau jalannya bagus dan tidak becek, kami senang. Pembeli ramai datang, dagangan kami pun laku. Kalau becek begini, orang malas masuk ke pasar," tuturnya dengan nada berharap.

Pedagang Menjerit, Jalan Becek di Pajak Terpadu Kutacane Dikeluhkan

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Aceh Tenggara, Sadli, S.T., saat dihubungi Waspada.id melalui sambungan WhatsApp, Kamis (22/10) siang, membenarkan kondisi jalan tersebut.

Ia mengatakan sebagian jalan yang masuk ke pasar pagi sudah mulai ditimbun. Penimbunan lanjutan akan dilakukan sore harinya setelah aktivitas pasar agak lengang.

"Nanti anggota akan datang lagi untuk menimbun jalan yang berlubang dan tergenang air itu. Mohon bersabar karena saya saat ini masih di Banda Aceh," ujar Sadli.

Para pedagang pun berharap janji perbaikan itu segera terwujud agar Pajak Terpadu kembali nyaman sebagai pusat perbelanjaan kebutuhan pokok masyarakat Aceh Tenggara.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement