Pekerja RI Makin Tua, Menaker Dorong Dana Pensiun


JAKARTA (Waspada.id): Indonesia tengah menikmati bonus demografi, tetapi fase tersebut tidak akan berlangsung selamanya. Pemerintah mulai mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi perubahan struktur penduduk ketika semakin banyak masyarakat memasuki usia nonproduktif.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 155 juta angkatan kerja. Di tengah bonus demografi yang masih berlangsung, Indonesia diperkirakan akan segera memasuki fase aging population atau penuaan populasi.
"Bapak dan Ibu mungkin tahu ada 155 juta angkatan kerja Indonesia. Sekarang kita ada bonus demografi dan tidak berapa lama lagi kita akan menuju kepada aging population. Semakin banyak orang yang berada di usia bukan lagi usia kerja," ujar Yassierli dalam acara Kick-Off Bulan Dana Pensiun 2026 di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurut Yassierli, perubahan demografi tersebut harus diantisipasi sejak dini. Salah satu hal yang dinilai penting adalah memastikan masyarakat memiliki jaminan pendapatan ketika memasuki masa tua.
Persiapan dana pensiun diperlukan agar masyarakat tetap memiliki kemandirian finansial setelah tidak lagi berada dalam usia produktif. Dengan begitu, generasi lanjut usia tidak menjadi beban ekonomi bagi generasi yang masih bekerja.
Karena itu, Yassierli mendukung penguatan edukasi mengenai pentingnya dana pensiun. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai persiapan hari tua harus terus ditingkatkan, termasuk bagi pekerja yang berada di luar sektor formal.
Pasalnya, sekitar 60% angkatan kerja Indonesia masih bekerja di sektor informal. Kelompok pekerja tersebut menjadi salah satu tantangan pemerintah dalam memperluas cakupan perlindungan sosial dan kepesertaan program pensiun.
"Ini menjadi concern buat kita, bagaimana mereka juga tetap mendapatkan perlindungan sosial. Karena hak setiap warga negara untuk mendapatkan perlindungan sosial," tegas Yassierli.
Dana Pensiun Kelola Rp1.669 Triliun
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, industri dana pensiun nasional memiliki dana kelolaan yang cukup besar. Hingga saat ini, nilai dana kelolaan industri pensiun telah mencapai Rp1.669 triliun.
Meski demikian, besarnya dana kelolaan belum sepenuhnya mencerminkan luasnya akses masyarakat terhadap program pensiun. OJK menilai peningkatan jumlah peserta menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting.
"Dana kelolaan dana pensiun sangat baik mencapai Rp 1.669 triliun. Namun, PR kita bersama adalah tidak cuma membesarkan nilainya, tetapi juga meningkatkan kepesertaannya," jelas Friderica.
Berdasarkan data OJK, tingkat literasi dana pensiun masyarakat baru mencapai 22,21%. Sementara tingkat inklusinya bahkan masih berada di angka 5,10%.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terbatasnya pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap program dana pensiun. Tantangan semakin besar karena tren pekerja mandiri dan sektor informal terus berkembang.
Tidak seperti pekerja formal yang umumnya memperoleh fasilitas pensiun melalui perusahaan, pekerja mandiri harus secara aktif menyiapkan perlindungan finansial untuk masa tuanya.
"Sekarang banyak masyarakat kita lebih memilih tidak jadi pegawai, banyak pekerja mandiri. Ini jadi PR kita bersama untuk meningkatkan bagaimana pengelolaan dana pensiun ini semakin besar juga," pungkasnya. (Lip6)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda