Pelatihan BCKS Untuk Perkuat SDM Bidang Pendidikan

GUNUNGSITOLI (Waspada.id): Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan.
Untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia tersebut Pemko Gunungsitoli menggelar Pelatihan bagi 60 Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Skema APBD Tahun Anggaran 2026 bagi jenjang TK, SD, dan SMP yang dilaksanakan di Aula Hotel Kaliki, Senin (5/10).
Pelatihan BCKS dibuka oleh Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H yang menekankan pentingnya kesiapan calon kepala sekolah dalam menghadapi tuntutan pengelolaan satuan pendidikan yang semakin kompleks dan dinamis.

Menurut Wakil Wali Kota, calon kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu menjalankan fungsi administrasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan dalam mengelola satuan pendidikan, mengembangkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, melakukan supervisi akademik, serta menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi peserta didik.
Ia juga mendorong peserta mengikuti seluruh proses pelatihan dengan sungguh-sungguh dan tidak menjadikannya sekadar untuk memperoleh sertifikat. Integritas, tanggung jawab, keteladanan, kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar menjadi hal penting yang perlu dibangun sebagai bekal menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Oktorianus Harefa, S.Pd pada laporannya menyebutkan pelatihan BCKS dilaksanakan untuk memastikan tersedianya calon kepala sekolah yang memenuhi persyaratan serta memiliki kompetensi yang dibutuhkan, baik dalam aspek kepribadian, sosial maupun profesional.
Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta yang telah lulus seleksi substansi BCKS, terdiri atas 3 peserta jenjang TK, 27 peserta jenjang SD, dan 30 peserta jenjang SMP. Peserta berasal dari unsur kepala sekolah dan guru yang telah mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan dari fasilitator BBGTK Provinsi Sumatera Utara masing masing Mahmun Zulkifli, S.Pd., M.Si., Husni Ilyas, S.T., M.Kom., Evarita Parhusip, S.Pd., M.Pd., dan Dariana Berutu, S.Pd., M.Si.
Materi pelatihan mencakup penguatan kompetensi kepribadian dan sosial, pengelolaan satuan pendidikan, supervisi akademik, pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta penyusunan proyek transformasi kepemimpinan sekolah.
Pembekalan tersebut diarahkan agar peserta tidak hanya memahami aspek konseptual, tetapi mampu menerapkannya dalam mengelola satuan pendidikan. Melalui pengelolaan yang lebih baik, calon kepala sekolah diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi GTK, penguatan budaya sekolah, serta terciptanya lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan peserta didik.

Kehadiran proyek transformasi kepemimpinan sekolah dalam rangkaian pelatihan juga memberikan ruang bagi peserta untuk menyusun gagasan perubahan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan satuan pendidikan masing-masing. Dengan demikian, pelatihan diharapkan menghasilkan calon kepala sekolah yang mampu merespons tantangan pendidikan secara adaptif, inovatif dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Upaya menyiapkan calon kepala sekolah yang kompeten merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. Kepala sekolah yang memiliki kompetensi dan mampu menggerakkan seluruh unsur sekolah diharapkan dapat menciptakan tata kelola pendidikan yang semakin baik serta menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas bagi peserta didik.
Dengan penguatan kapasitas calon kepala sekolah secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap satuan pendidikan di Kota Gunungsitoli semakin mampu menghadapi perubahan, memanfaatkan perkembangan teknologi, memperkuat karakter peserta didik, dan memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Kepala BKPSDM Kota Gunungsitoli, jajaran Dinas Pendidikan, koordinator pengawas, para fasilitator, serta peserta pelatihan.(id60)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda