Pematangsiantar Terima Penghargaan Tabungan Pelajar Terbaik Regional Sumatera

PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar meraih prestasi di tingkat nasional dalam menjalankan Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Terbaik Subkategori Kota/Kabupaten Regional Sumatera.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Wali Kota Wesly Silalahi di Sekolah Rakyat Menengah Atas, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). Program itu merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Wesly menyebut penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperluas akses layanan strategis literasi keuangan anak sejak dini di Kota Sapangambei Manoktok Hitei. "Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan layanan kepada generasi muda khususnya di Pematangsiantar," ucap Wesly dalam keterangan yang diterima wartawan, Minggu (30/8/2026)
Ia mengapresiasi OJK atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi penyemangat bagi Pemko Pematangsiantar untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi pelajar dan masyarakat.
Wesly bilang, keberhasilan program KEJAR tidak semata-mata diukur dari jumlah rekening yang dimiliki pelajar. Lebih dari itu, rekening tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran agar generasi muda terbiasa mengenal dan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
Keberhasilan Pemko Pematangsiantar meraih penghargaan regional didukung data konkret yang terakumulasi. Mulai tahun 2024 total jumlah rekening 121.834 dengan total nominal Rp23.650.745.449 dan tahun 2025 total jumlah rekening 138.846 dengan total nominal Rp38.575.094.662.
Kemudian semester satu tahun 2026 sebanyak 150.073 siswa SD dan SMP telah memiliki rekening tabungan perbankan dengan nominal Rp26.596.042.354. "Ini sejalan dengan semangat Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan, yaitu membangun kesadaran masyarakat untuk semakin memahami, menggunakan, dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan," tuturnya.
Dikatakan, Pemko Pematangsiantar akan terus memperkuat sinergi dengan OJK, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas implementasi Program KEJAR. Ia menekankan Gerakan Menabung berfokus pada pembentukan karakter generasi masa depan.
"Kita ingin menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua," katanya.
Program KEJAR sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mendorong literasi dan inklusi keuangan. Melalui kepemilikan rekening, para pelajar tidak hanya diperkenalkan dengan layanan perbankan, tetapi juga mulai belajar mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Meskipun telah melampaui target, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Dia sebut, OJK bersama seluruh kementerian lembaga, memiliki komitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi anak-anak di Indonesia. (Ata)




























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda