Pembangunan Musala TPA-TPQ Al-Qoyyum Polsek Besitang Mendekati Tahap Finishing

BESITANG (Waspada.id): Pembangunan tempat ibadah Musala TPA-TPQ (Tempat Pengajian Anak-Taman Pendidikan Alquran) Al-Qoyyum yang dilaksanakan Polsek Besitang saat ini sudah memasuki tahap finishing.
Pembangunan musala yang diinisiasi oleh Kapolsek Besitang AKP Ebed Nebo, SH, MH, bersama Kanit Reskrim Ipda Arif Irfansyah, SH dan Waka Polsek Iptu Ibnu Hasim dilaksanakan sejak Juli 2026
Tujuan pembangunan Musala TPA-TPQ Al-Qoyyum ini untuk menjadikan lembaga pendidikan keagamaan non-formal yang berperan penting di tengah masyarakat, terutama dalam membentuk kepribadian dan keimanan anak-anak sejak usia dini.
Fungsi paling mendasar TPA-TPQ adalah mengajarkan anak-anak mengenal huruf hijaiyah, tata cara membaca dengan tajwid yang benar, hingga mampu membaca Alquran dengan lancar agar anak-anak tidak buta huruf dan dapat berinteraksi dengan kitab suci.
Selain mendorong kemampuan membaca Alquran untuk anak-anak sejak usia dini, Musala ini diharapkan dapat berfungsi sebagai wadah memberikan pesan-pesan kebaikan, khususnya bagi para generasi muda.
TPA-TPQ Al-Qoyyum bukan hanya sekadar tempat belajar membaca Alquran, tapi juga sebagai pusat pembentukan karakter. Anak-anak diajarkan adab kepada orang tua, guru, sesama teman, serta etika dalam kehidupan.
Nilai kejujuran, kesopanan, kasih sayang, dan toleransi selalu ditekankan dalam setiap pembelajaran. Kemudian, anak-anak dibiasakan melaksanakan ibadah-ibadah wajib, seperti salat dan ibadah sunnah.
Kapolsek Besitang AKP Ebed Nebo, SH, MH ditemui waspada.id, Selasa (1/9), di Mapolsek mengatakan, Musala ini tidak hanya sebagai tempat belajar Alquran, tapi dapat juga digunakan para kaum ibu untuk tempat pengajian.
Sesuai dengan niatan awal, lanjut Kapolsek, untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar yang terbuka untuk umum ini, pihaknya akan menyediakan guru ngaji yang honornya ditanggulangi oleh personel Polsek.
"Untuk mendukung pembayaran honor guru ngaji, kita setiap Kamis akan mengumpul infaq dari para anggota. Pokoknya untuk honorarium guru ngaji aman," ujar AKP Ebed Nebo seraya berharap TPQ ini dapat berperan menanamkan nilai-nilai spiritual bagi generasi muda.
Secara terpisah, Kanit Reskrim Ipda Arif Irfansyah mengatakan, pembangunan musala ini wujud toleransi antara umat beragama, di mana Kapolsek yang beragama nasrani turut berperan aktif, mulai dari tahap perencaan hingga pelaksanaan pembangunan musala.
Ia menambahkan, musala ini berukuran 5 x 7 meter dan di halaman depan mushola sesuai rencana akan dibangun taman bermain anak agar para anak yang menimba ilmu agama di TPA-TPQ Al-Qoyyum ini bisa lebih fresh.(id24)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda